Pemain Legowo, Jadi Eksperimen Gethuk

 
MALANG – Pelatih Arema FC Joko “Gethuk” Susilo membuka eksperimen dalam strategi dan taktik. Gethuk meminta para penggawa Singo Edan siap untuk dimainkan di posisi apapun, dengan instruksi dan strategi yang out of the box. Pemain rela jadi bahan eksperimen Gethuk, contohnya saat laga melawan Barito Putera.
“Setiap pre match, saya selalu minta pemain siap dimainkan di posisi manapun,” kata Gethuk kepada Malang Post. 
Saat menang lawan Barito Putera, Gethuk melakukan ‘perjudian’, dengan memainkan Hendro Siswanto, gelandang pengangkut air Arema, di posisi bek kanan. Karena minimnya stok pemain belakang, para pemain tengah yang punya tenaga, digeser sedikit ke belakang.
Tak hanya Hendro, Junda Irawan pun digeser ke tengah sebagai stopper ketika Syaiful Indra Cahya absen. Lain lagi dengan Adam Alis, pemain gelandang sayap Arema, juga sempat merasakan posisi bek sayap kiri ketika memasuki menit akhir laga. Saat itu, Alfarizi sudah harus diganti menit 75 oleh Ahmad Bustomi.
Stok pemain sayap yang menipis, membuat Gethuk memutuskan Adam jadi bek sayap. Gaya eksperimental Gethuk ini, bisa diterima oleh para pemain. Terutama, karena stok pemain belakang sangat tipis seperti sekarang. Hendro Siswanto, kepada Malang Post mengaku tak mempermasalahkan perubahan ini.
“Sebagai pemain professional, tentu saya harus siap. Tidak masalah main jadi bek sayap kanan. Yang penting bisa bantu tim ini,” tandas Hendro. 
Pemain asal Tuban itu mengaku tidak canggung menempati posisi yang biasa dihuni Benny Wahyudi atau Syaiful Indra Cahya. Pasalnya, pada era Rahmad Darmawan, Hendro pernah diplot sebagai bek kanan.
Saat itu, Hendro yang dikenal sebagai gelandang bertenaga, mampu menjalankan instruksi. Sehingga, pemain bernomor punggung 12 tersebut tetap nyaman saat bertarung melawan Rizky Rizaldi Pora, gelandang sayap andalan Barito Putera di laga terakhir.  Praktis, dia siap saja diposisikan sebagai pemain di banyak posisi, selama bukan jadi kiper.
“Pada prinsipnya sama saja, tugas saya adalah bertahan. Hanya saja, area pergerakan saya berbeda. Itu bukan alasan buat saya untuk tidak memberikan yang terbaik,” tutup Hendro.(fin/ary)

Berita Lainnya :