Pembina Arema FC Turun Langsung ke RS


MALANG - Arema FC sendiri menunjukkan komitmennya untuk fokus pada penyelesaian pemulihan korban kericuhan laga melawan Persib Bandung, Minggu (15/4) lalu. Manajemen melakukan pendataan dan mengunjungi rumah sakit, yang menjadi tempat perawatan para korban.  Bahkan, Pembina Arema, Agoes Soerjanto turun tangan langsung mendatangi rumah sakit, turut memastikan kondisi korban mendapatkan perawatan maksimal, selain mendata ratusan korban kean.
Agoes Soerjanto turun bersama Ketua Panpel Abdul Harris dan Media Officer Sudarmaji, Senin (16/4) kemarin. Dia mengawali kunjungan ke Rumah Sakit Wava Husada, yang menjadi tempat pertama manajemen Arema mengobservasi korban yang masih menjalani perawatan.
"Kami meminta maaf kepada Aremania atas kejadian yang tidak mengenakkan usai pertandingan melawan Persib Bandung. Atas hasil seri ini kami juga minta maaf dan ini merupakan koreksi besar buat kami," ujar dia.
Pihaknya sangat berterima kasih kepada Aremania yang sangat mencintai timnya. Dengan kejadian ini, menurut dia, semua bisa ambil hikmahnya. "Utamanya agar kami bisa semakin termotivasi dan tim bisa bangkit lagi," terangnya.
Agoes juga memohon maaf atas timbulnya korban luka luka ataupun korban materi akibat kejadian semalam. Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen Arema juga telah membuka Posko Pengaduan di Kantor Arema Jl Mayjen Panjaitan dan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Posko Pengaduan diprioritaskan untuk menerima informasi korban luka luka atau gangguan yang dialami akibat bentrokan fisik. Laporan ini penting untuk dilakukan pendataan. Baik yang sekarang opname di rumah sakit maupun yang belum mendapatkan penanganan dikarenakan korban dari stadion langsung dibawa pulang, baik oleh kerabat maupun keluarganya.
Rencananya, manajemen akan membesuk para korban Aremania di sejumlah rumah sakit yang telah merawatnya. Dalam kesempatan ini, pihak Arema akan jugaberterima kasih kepada para medis yang betugas secara sigap melakukan penanganan pada korban saat kejadian.
Manajemen sendiri masih menunggu jika ada laporan selanjutnya dari Aremania yang belum sempat memberikan pengaduan. Baik yang di Malang maupun di luar Malang.  Kemari ada yang melaporkan, sejumlah Aremania dirawat di Blitar dan Madiun. Arema FC sendiri bukan sekadar mendata, namun juga memberikan support kepada para korban. Bahkan, Arema merencanakan beberapa perwakilan pemain bisa turut mengunjungi korban.
Pantauan Malang Post, Aremania dan Aremanita yang menjadi korban dari ricuh, sudah banyak yang pulang. Mereka hanya menjalani rawat jalan, setelah kondisinya stabil. Hanya tinggal enam korban yang sampai kemarin masih menjalani rawat inap.
Empat korban dirawat di RS Wava Husada Kepanjen, dan dua lainnya di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Namun untuk dua korban yang sebelumnya dirawat di RSUD Kanjuruhan, satu korban harus dirujuk ke RSSA Malang karena membutuhkan penanganan lebih. Yakni Yuniko, warga Kademangan, Blitar.
Satu lagi yaitu atas nama Noval, warga Mojosari, Kauman - Tulungagung, dirujuk ke RS Dr. Iskak Tulungagung, supaya lebih dekat dengan keluarga. "Satu lagi warga Kecamatan Pakis, siang ini (kemarin, red) sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil," jelas petugas medis RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Berita Lainnya :