Pendukungnya Juga Edan



MALANG - Nur Aini, Aremanita asal Karangbesuki, Malang, menyukai Arema sejak masa SMP. Dia tertarik untuk terus menjadi pendukung Singo Edan, karena melihat dan merasakan, edannya Aremania yang mendukung tim kelahiran 1987 itu.
Alhasil, hingga saat ini, dirinya juga setia untuk memberikan dukungan untuk Alfarizi dkk.
"Yang membuat saya suka sama Arema, selain klubnya adalah suporternya. Sama seperti Arema yang dianggap sebagai Singo Edan, pendukungnya juga edan," ujar Nur Aini.
Menurut dia, banyak hal yang membuat dirinya menganggap Aremania termasuk dirinya edan, adalah bagaimana ketika memberikan dukungan untul Arema.  Panas, hujan hingga jarak yang jauh, tidak menjadi masalah untuk Aremania untuk datang, bernyanyi dan memberikan semangat bagi Arema.
"Yang datang saat Arema bermain di Stadion Kanjuruhan, bahkan ada yang dari luar kota atau luar propinsi. Seperti Jawa Tengah dan Kalimantan. Di pertandingan tertentu, seperti melawan Persib atau Persija, banyak Aremania yang sebenarnya memiliki jarak jauh, tetap datang ke Malang," beber dia kepada Malang Post.
Ia pun mencontohkan salah satu laga melawan Persija Jakarta. Laga tersebut kerap membuat kondisi di Kepanjen macet. Bahkan, dirinya yang hanya berangkat dari Kota Malang, butuh waktu lebih dari dua jam untuk bisa menuju stadion.
"Selain itu, saya harus parkir sekitar satu kilometer jaraknya dari stadion. Harus sabar, jalan kaki juga ke stadion. Mungkin laga melawan Arema juga menjadi laga yang spesial bagi saya selama mendukung Arema," jelasnya.
Dia meyakini, hal seperti itu tidak akan dipermasalahkan oleh Aremania. Ketika sudah berada di dalam stadion, semua rasa lelah itu seakan sirna dan mereka tetap bersorak serta bernyanyi untuk Arema.
"Semua masalah seperti hilang saat sudah di stadion. Yang ada di pikiran, bagaimana ikut bersorak dan mengikuti Aremania yang lain di sekitar kita," papar pengidola Cristian Gonzales itu. (ley/bua)