Pernah Panjat Pagar



MALANG - Kecintaan Rissa Septian, Aremanita asal Pakisaji pada Arema FC  ini tidak perlu diragukan. Sebab, dia sudah memiliki mindsite, jika bahagia itu adalah Arema. Sehingga, dia tidak pernah merasakan kesedihan saat total memberikan dukungan untuk Singo Edan.
"Bagi saya, bahagia itu Arema. Arema itu sudah seperti dalam jiwa saya," beber Rissa.
Menurutnya, bisa saja apa yang dia yakini itu mendapatkan kritik atau sindiran dari temannya. Namun, baginya memberikan dukungan bagi Arema harus total dan dia siap terus melakukannya.
"Kalau kata banyak orang Malang, mau jadi apa orang Malang kalau tidak jadi Aremania. Arema itu sudah ada dalam jiwa kami," papar dia kepada Malang Post.
Rissa mengaku, dirinya menyukai Arema sejak masa remaja. Bahkan, dia sudah masuk ke stadion sejak masa SD, saat berumur 10 tahun. Dia diajak oleh saudaranya untuk menyaksikan langsung laga di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
"Saat itu masih jamannya Emaleu Serge. Awal-awal pindah home di Stadion Kanjuruhan. Meski masih kecil, saya ingat saya langsung senang," bebernya.
Menurutnya, Arema seolah menghiasi kesehariannya. Sehingga, dia pun juga sering mengikuti tim saat away di wilayah pulau Jawa. Seperti di Lamongan, Gresik, Solo atau Jakarta.
"Kejadian paling menakutkan, saat tragedi Sleman. Ada kerusuhan dan saya harus menyelamatkan diri dengan memanjat pagar yang tinggi. Menakutkan dan memicu adrenalin, tetapi itu menjadi satu bagian yang tidak terlupakan," tandas dia. (ley/bua)