Persiba Lumbung Gol Terbesar di Kanjuruhan


MALANG - Paceklik kemenangan Arema FC yang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir, berakhir. Kegagalan meraih poin penuh dalam lima laga sebelumnya, disudahi dengan panen gol melawan Persiba Balikpapan, Jumat (18/8) sore. Ahmad Bustomi dkk menjadikan Beruang Madu, lumbung gol terbesar di Stadion Kanjuruhan, 3-0!
Ini menjadi kemenangan terbesar di kandang, yang membuat Arema naik ke posisi 7 klasemen sementara. Kemenangan terbesar Arema sebelumnya pada partai kandang, tercatat dengan skor 2-0  saja. Yakni saat melawan Bali United (17/6), Mitra Kukar (28/5) dan Bhayangkara FC (23/4).
Arema pun terhindar dari kemungkinan terperosok ke papan bawah dengan kemenangan di Stadion Kanjuruhan. Selain itu, tiga angka di kandang sendiri, sekaligus menjawab kritik dari Aremania, yang seperti menunjukkan protes dengan meninggalkan tribun Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, kemarin Singo Edan hanya didukung 1.661 penonton, setelah sebelumnya 27.610 hadir di stadion yang berada di Kepanjen itu.
"Alhamdulillah kami bisa menang hari ini (kemarin, Red). Ini sekaligus melegakan karena kami sudah merindukan kemenangan," ungkap Pelatih Arema, Joko Susilo.
Arema sendiri terlihat benar-benar bernafsu untuk menang. Tim ini tampil menyerang dan memaksa Persiba untuk bermain setengah lapangan. Srdjan Lopicic dkk terpaksa mengandalkan serangan balik, memanfaatkan kecepatan Sunarto, Anmar Almubaraki dan Gideon Way.
Selepas laga berjalan sepuluh menit, Arema mulai mendominasi permainan. Bahkan Arema nyaris membuka keunggulan pada menit ke-12. Menerima umpan Juan Pablo Pino dari sisi kiri serangan, Cristian Gonzales menanduk bola, namun membentur tiang kanan gawang.
Arema akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-41. Berawal dari tendangan bebas Pino yang menghantam mistar gawang, bola muntah mengarah ke Ahmad Bustomi yang langsung melepaskan tendangan keras untuk menjebol gawang Dian Agus Prasetyo. Gol itu membuat Persiba sedikit limbung dan Arema semakin memborbardir pertahanan Persiba.
Alhasil, Arema menggandakan keunggulan selang tiga menit kemudian. Umpan Adam Alis dituntaskan dengan tendangan keras Gonzales dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau Dian, sehingga skor 2-0 pun terjadi sampai wasit meniup peluit tanda jeda pertandingan.
Tertinggal dua gol membuat Persiba bermain lebih terbuka pada awal babak kedua, ini untuk memperkecil ketertinggalan. Sedangkan Arema mengawalinya dengan lamban, sehingga mendapat tekanan dari Beruang Madu.
Kendati mendapat tekanan, Arema sempat menebar ancaman pada menit ke-56. Kesalahan bek Persiba mengantisipasi umpan silang dari sisi kiri pertahanan membuat bola disambar Adam Alis. Walau berdiri bebas, bola hasil tendangan kaki kiri Adam melayang di atas mistar.
Arema akhirnya memastikan kemenangan menjadi 3-0 empat menit sebelum pertandingan be berakhir di waktu normal. Setelah Dedik Setiawan menyambut umpan Adam Alis dari sisi kanan yang menjebol gawang Persiba dan membuat Arema menghentikan paceklik kemenangan.
"Terima kasih untuk kerja keras pemain. Mereka semua bermain luar biasa demi mengembalikan kepercayaan diri tim ini," beber pria yang akrab disapa Gethuk itu.
Ia mengatakan, semua penggawa Arema bermain sesuai dengan fungsinya. Baik dari lini belakang, tengah maupun striker, mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
"Saya tidak bisa menilai siapa yang bermain terbaik, karena semua bermain baik. Semua man of the match dalam laga ini," katanya.
Menurutnya, apa yang terjadi dalam pertandingan kemarin, termasuk mengganti Cristian Gonzales yang mencetak gol di babak pertama dengan Dedik Setiawan di menit 58, juga sesuai perhitungannya. Dan terbukti, Dedik menutup pesta kemenangan tim kelahiran 1987 itu dengan golnya di menit 86.
"Tidak hanya pemain, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Aremania, yang mau mendukung bagaimana pun kondisi tim ini. Sebab, meski banyak Aremania yang tidak hadir di stadion, mereka pasti melihat di televisi atau di media," jelas dia panjang lebar.
Sementara itu, kubu Persiba mengakui jika pertandingan sebenarnya berjalan dengan tempo lambat. Hanya saja, karena kelengahan di akhir-akhir babak, Beruang Madu harus kalah telak.
"Kedua tim bermain lambat dan sama-sama punya peluang. Tetapi, tuan rumah bisa memanfaatkan peluang saat kami lengah," ungkap Pelatih Sementara Persiba, Haryadi.
Menurutnya, gol dari Arema juga dari kesalahan antisipasi pemain Persiba. Mulai dari tendangan bebas Juan Pablo Pino yang membentur mistar dan dimanfaatkan Bustomi yang berdiri bebas, hingga bagaimana Gonzales bisa memiliki ruang tembak dari luar kotak penalti.
"Saya sudah bilang jangan sampai lengah terutama saat menjaga Gonzales. Kami sudah main semaksimal mungkin dan tuan rumah memang lebih bagus memanfaatkan peluang. Semua gol mereka karena tanpa pengawasan pemain kami," jelas dia panjang lebar.
Belum lagi, gol justru terjadi di lima menit terakhir jelang waktu normal berakhir, setiap babaknya. Hal itu, menurut pelatih yang sementara waktu menggantikan posisi pelatih kepala itu, terlihat saat gol terjadi di menit 41, 44 dan 86, yang mana pemain Arema ada yang tanpa pengawasan.
Selain itu, faktor kekalahan Persiba dipengaruhi absennya Marlon da Silva, yang membuat tim tersebut tampil dengan mengandalkan Sunarto di lini depan. "Absennya Marlon, berpengaruh di depan. Dia masih cedera dan kami sulit mencetak gol," tandasnya.
Dengan hasil kemarin, Arema akhirnya bisa naik ke posisi 7 dengan 30 poin. Untuk sementara, Arema bisa bernafas lega karena tujuh pertandingan lain di pekan 20 ditunda, sehingga posisi tersebut tidak akan berubah sampai awal pekan depan.(ley/ary)

Berita Lainnya :