Pintu Darurat Terpaksa Dibuka


MALANG - Stadion Kanjuruhan Kepanjen kembali full. Animo Aremania yang menyaksikan laga , mencapai 35.001 sesuai dengan jumlah penjualan tiket. Padahal, jumlah suporter yang hadir diyakini lebih dari itu karena Panpel akhirnya memberikan jalan darurat kepada Aremania yang bertiket dan masih berada di luar stadion, namun tidak bisa masuk melalui pintu tribun satu sampai 14.
‘’Jumlah tiket yang sudah dihitung mencapai 35.001. Tetapi, kondisinya di luar banyak Aremania bertiket yang tidak bisa masuk karena di pintu masuk tribun susah full,’’ ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Harris.
Hal itu, membuat Panpel akhirnya membuka pintu darurat yakni pintu gerbang di sisi Utara tribun VIP yang memisahkan dengan tribun 1. Mereka akhirnya bisa masuk ke tribun berdiri di dalam stadion.
‘’Yang bisa masuk, adalah mereka yang bisa bertiket,’’ tegasnya.
Dia menyampaikan, Panpel juga membuka pintu darurat karena persiapan nobar di area luar stadion tidak bisa digelar. Dia beralasan faktor teknis membuat layar lebar di sisi luar tidak bisa digunakan. Hal itu pulalah yang memaksa Aremania akhirnya memaksa masuk ke dalam tribun.
Ia mengakui, memang ada kebocoran tiket bila melihat fakta yang terjadi. Ada sekitar 2000-3000 Aremania yang akhirnya masuk dan diarahkan menuju tribun berdiri di belakang gawang Utara.
‘’Kami mencetak 35.200 lembar tiket untuk pertandingan ini. Ada 199 tiket yang kembali,’’ tambah dia.
Ia memprediksi, stadion full karena beberapa faktor. Selain beredar tiket palsu, juga beberapa sisi sejatinya masih kosong.
‘’Sebenarnya masih space  kalau ada suporter mau masuk ke tribun. Tetapi karena pintu sudah ditutup, sehingga terlihat sudah full. Selain itu, memang ada tiket palsu, yang belum diporporasi yang tadi saya lihat,’’ ungkapnya.
Harris mengakui ada banyak evaluasi pasca kejadian kemarin. Hal itu bakal menjadi evaluasi untuk persiapan Panpel di kompetisi atau di ajang Piala Presiden 2019, yang mana Aremania berpeluang menjadi tuan rumah babak penyisihan. (ley/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :