Puas Formasi Baru

 
MALANG - Pelatih Arema FC Milan Petrovic tampaknya bakal mengubah pakem formasi andalannya, 4-4-2 dalam pertandingan melawan Borneo FC, Sabtu (11/8) besok. Rupanya Milan puas dengan skema 4-3-3 kala anak asuhnya melumat Metro FC di laga uji coba. Selain itu, mengacak formasi bisa menjadi ajang mengecoh calon lawan tim Singo Edan. 
Pelatih Arema, Milan Petrovic mengaku senang anak asuhnya bisa bermain rancak, kendati tak bermain dengan pakem mereka. Pelatih asal Serbia menyebut bahwa dalam uji coba para pemainnya luar biasa. "Saya puas dengan permainan pemain-pemain saya hari ini," ungkap Milan.  
Ia senang, karena pemainnya bisa beradaptasi dengan perubahan taktik. Bahkan, bila melihat strategi yang digunakan selama latihan, Milan berani menempatkan Arthur Cunha sebagai gelandang. 
Arthur tampak dipersiapkan menemani Makan Konate dan Hendro Siswanto, untuk menguasai lini tengah. "Permasalahan di depan, dengan adanya Konate sudah teratasi. Saya ingin memberikan ruang yang besar bagi pemain tengah dan ini sebagai bagian dari refresh para pemain," beber dia kepada Malang Post. 
Sementara di depan, Milan tinggal memilih Dedik Setiawan, Rivaldy Bawuo atau Ahmad Nur Hardianto sebagai target man. Sedangkan sebagai winger, kembalinya Dendi Santoso bakal menjadi opsi menyerang dari sayap, digandengkan dengan Jefri Kurniawan, Nasir atau Ridwan Tawainella. 
Kendati terlihat mematangkan pakem tersebut, Milan tak mau memastikan mereka akan menerapkan formasi 4-3-3 pada laga kontra Borneo FC.  "Bisa saja kami mulai dengan satu formasi, dan mengubahnya di tengah pertandingan. Saya akan melihat kondisi di lapangan, lawab seperti apa bermainnya," tambahnya. 
Milan menyampaikan masih akan menjajal sejumlah formasi lagi dalam satu sesi latihan tersisa, jelang laga kontra Borneo. Ia menegaskan semua peluang masih terbuka. 
"Kami mempertimbangkan semua opsi untuk pertandingan itu. Dari kemarin (Rabu, Red) kami analisa bagaimana strategi yang tepat dalam laga Sabtu nanti," pungkas dia. 
Sementara itu, formasi 4-3-3 ini sangat identik dengan penyerangannya. Formasi yang kerap dijuluki sebagai formasi bagi tim dengan gaya bermain total football ini, digandrungi oleh Barcelona. Sekitar satu dekade, dengan formasi ini Barcelona menjadi salah satu tim disegani di Benua Eropa.  Selain Barcelona, juga banyak tim lain yang suka menggunakan formasi ini. Seperti Real Madrid dan Chelsea.
Sebelumnya, Milan kerap memilih 4-4-2 ketika dirinya diminta menggantikan Joko Susilo sebagai pelatih utama di Arema. Tim Singo Edan yang terpuruk, tampaknya ingin distabilkan oleh pria berpaspor Slovenia itu. Pasalnya, pakem 4-4-2 menekankan pada keseimbangan antara pertahanan dan penyerangan. 
Sementara, Winger Dendi Santoso mengakui jika dirinya siap comeback pasca absen pekan lalu. Pemain berusia 28 tahun itu absen karena akumulasi kartu dan kebetulan dia juga mengalami cedera engkel. 
"Setelah absen, saya bersemangat kembali bermain melawan Borneo FC. Apapun strateginya, saya bersemangat menyambut laga Sabtu nanti," ujar Dendi. 
Menurut dia, bermain di losisk apapun, dia siap. Sebab, selama musim ini Dendi kerap berganti posisi, mengikuti kebutuhan pelatih. Dendi sempat bermain sebagai playmaker, namun dia juga sempat beralih menjadi striker. Malahan, di suatu pertandingan, dia sempat bertahan sebagai bek sayap, karena kebutuhan tim. 
"Intinya bukan posisi, yang terpenting adalah membantu tim meraih kemenangan. Apalagi, laga ini sangat penting, di momen ultah Arema. Mau tidak mau, targetnya adalah menang," pungkas Dendi. (ley/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :