Please disable your adblock and script blockers to view this page


Resmi Protes PSSI

 
MALANG - Manajemen Arema FC melakukan langkah cepat menanggapi banyaknya kejadian yang mengancam keamanan dan kenyamanan tim selama away ke Madura United. Senin (11/9) sore kemarin, tim berjuluk Singo Edan itu mengirimkan nota protes ke operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru dan PSSI, sebagai bentuk protes atas apa yang menimpa klub asuhan Joko Susilo itu.
Baik terkait kejadian di dalam lapangan maupun di luar lapangan, khususnya saat di area Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Dengan surat bernomor 040/SEKR/ARM/IX/XVII, nota protes diluncurkan tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan tersebut. Ada tujuh poin yang disampaikan, enam diantaranya merupakan kejadian yang berlangsung selama pertandingan.
Mulai lemparan botol ke arah lapangan yang ditujukan kepada pemain Arema, lemparan benda seperti tulang binatang dan penyalaan flare. Selain itu, pelemparan batu yang mengakibatkan kaca jendela dari bus yang ditumpangi pemain, juga masuk dalam nota protes tersebut
"Surat protes ini adalah untuk meminta ketegasan dari pihak operator kompetisi agar kejadian serupa tak terulang lagi. Ini adalah kali pertama bagi Arema  ada bus yang mengangkut pemain diserang oleh oknum tak bertanggung jawab. Kami ajukan protes agar kejadian serupa tak terulang di tempat lain," ucap media officer Arema FC, Sudarmaji, Senin (11/9) kemarin.
Menurutnya, keputusan mengajukan protes itu juga untuk memberikan efek jera. Selain itu juga agar tak menular kepada kelompok suporter lain."Yang pasti kami ingin mencegah agar tak terjadi permusuhan dan dendam antar suporter. Selain itu, agar kejadian serupa tak dialami oleh tim lain dimanapun berlaga," tambah dia.
Lantas dia berharap Aremania tetap tenang dan tak terpengaruh atas insiden ini. Sebab, pelemparan tersebut dilakukan oleh oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, manajemen juga sudah melayangkan surat protes kepada operator kompetisi.
"Kalau operator bisa bersikap tegas maka akan meminimalisir reaksi dari suporter tim tamu. Apalagi insiden tersebut terjadi di area kepanpelan tuan rumah. Tetapi manajemen tetap meminta kepada Aremania untuk tetap tenang dan tak terpancing dengan insiden tersebut," tandasnya. (ley/bua)

Berita Lainnya :