Sedih, Lihat Penonton Sepi

 
Stadion Kanjuruhan yang kerap kali sepi saat Arema FC menjalani laga home, menjadi perhatian juga oleh Nur Anissa, Aremanita asal Gondanglegi. Dia merasakan kesedihan, saat tim tersebut tidak mendapatkan dukungan maksimal dari pendukung setianya. Padahal, sejatinya penggawa Arema membutuhkan kehadiran Aremania untuk menaikkan motivasi dalam berburu kemenangan.
"Sedih sih melihat kondisi sekarang. Setiap laga home seringkali penontonnya sepi. Mungkin banyak alasannya Aremania nggak datang, tetapi saya berharap segera berakhir kondisi seperti itu," ujar Nur Anisa.
Menurutnya, banyak Aremania memilih untuk menyaksikan pertandingan tidak di stadion. Tetapi memilih mengadakan nonton bareng atau menunggu informasi yang sangat cepat dari media sosial.
"Selain itu pertandingan juga sering diadakan di luar akhir pekan. Jadi ada beberapa teman saya misalnya, memilih melihat di rumah karena capek setelah sekolah atau bekerja," beber dia kepada Malang Post.
Lalu Anisa berharap, jika empat laga home tersisa akan berubah. Dia berharap kehadiran suporter bisa seperti saat laga melawan Persib Bandung.
"Empat pertandingan home, semoga penonton maksimal. Hasilnya juga maksimal," harap perempuan yang mengakui sudah menyaksikan Arema di stadion sejak SMP tersebut.
Sementara itu, Anisa mengatakan, dia kali pertama ke stadion diajak sang kakak. Masih anak-anak atau saat SD, dia mulai mengenali Arema. Pasalnya, keluarganya semua menyukai Arema.
"Saya sering melihat di televisi, karena keluarga juga semua suka banget dengan Arema. Akhirnya, pas SMP saya mulai diajak nge-live di stadion," tambahnya.
Anisa pun mengenali pemain Arema di era 2010 seperti Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan atau Roman Chmelo. Menurutnya, pemain tersebut sangat familiar bagi Aremania, karena kala itu berhasil tampil bagus dan menjadi juara.
"Biasa, anak-anak juga mengidolakan mereka. Sejak saat itu, saya juga semakin memahami kenapa suka Arema," tandas dia. (ley/bua)