Semen Padang Paling Jauh, Persebaya Terdekat


MALANG - Liga 1 tahun 2019 akan resmi bergulir mulai Rabu (15/5) depan. Hal itu ditandai dengan keluarnya jadwal resmi yang telah diterima seluruh peserta Liga 1, tak terkecuali Arema FC. Kini, tim Singo Edan pun harus fight bertanding selama 34 pertandingan, di 16 kota dengan jarak keseluruhan selama semusim sejauh 25.646 kilometer, perjalanan pulang pergi.
"Jadwal resmi sudah kami terima siang tadi (kemarin, Red) dan juga seluruh klub peserta Liga 1," ujar Media Officer Arema, Sudarmaji.
Jadwal tersebut pun nyaris tidak banyak perubahan dibanding dengan draft yang dikirimkan operator kepada klub, pekan lalu. Hanya ada revisi jam kick off yang diterima Arema. Sementara, semua laga pun tetap sama dengan draft sebelumnya.
"Alhamdulillah berarti kompetisi sudah resmi berputar pekan depan dan Arema akan mengawali kompetisi ini," ungkap dia.
Arema tetap menjalani tiga pertandingan di bulan Ramadan, dengan away ke PSS Sleman serta Borneo FC, sebelum akhirnya menjamu Persela Lamongan. Setelah itu, tim Singo Edan akan melawan Persib Bandung pasca lebaran.
Musim ini, Arema telah memperhitungkan secara matang kebutuhan tim. Mereka telah mengintip jadwal ketika masih berupa draft dan akhirnya kini menjadi jadwal resmi.
General Manager Arema, Ruddy Widodo mengatakan, timnya menyambut antusias musim ini. Termasuk perjalanan tim Singo Edan dari pekan ke pekan. Menurutnya, timnya tidak perlu melakoni perjalanan sejauh musim sebelumnya.
Sebab, musim ini tak ada lagi tim di ujung barat, PSMS Medan. Lalu, dua tim asal Papua pun tidak masuk dalam list away Arema. "Persipura kabarnya sudah memutuskan menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul musim ini. Perseru juga sudah pindah ke Lampung," ujar dia.
Alhasil, tidak hanya secara jarak tempuh yang menyusut, biaya away pun berkurang. Apalagi, di tengah kondisi naiknya biaya transportasi udara.
"Sebenarnya, biaya transportasi hanya sekitar 15 persen pengeluaran kami. Tetapi, kami lega juga tidak harus away ke Papua. Ke sana itu seperti perjalanan ke Vietnam," sebutnya.
Tidak hanya tim asal Papua yang musim ini tidak lagi berhome base di Bumi Cenderawasih tersebut, Arema juga diuntungkan dengan renovasi dari Stadion Tuah Pahoe yang kecil kemungkinan dipakai Kalteng Putra untuk menjamu Singo Edan. Kalteng putra pun sudah mengajukan Stadion Sultan Agung Bantul untuk home base sementara mereka.
"Kami akan menggunakan bus untuk perjalanan away Jateng dan Jatim. Mungkin kecuali keMadura, kita lihat nanti," tambah dia.
Tercatat, laga di Jateng adalah away ke PSS di pekan pertama, ke markas Kalteng Putra, Persipura dan PSIS Semarang. Sementara, dua tim di Jatim juga bakal terbebas dari kewajiban Arema mengeluarkan biaya tiket pesawat karena away ke Lamongan dan Persebaya.
Praktis, musim ini perjalanan terjauh Arema adalah away ke markas Semen Padang. Bila dihitung kasar, perjalanan pulang pergi Alfarizi dkk 4.370 km. Bandingkan dengan musim sebelumnya, ketika harus away ke Jayapura dengan jarak tempuh sejauh 7.300an kilometer. Musim sebelumnya, malah masih ada away ke Serui, dengan jarak tempuh mencapai 6.000 kilometer dan menguras biaya lebih dari Rp 300 juta.
"Sekarang banyak yang di Pulau Jawa. Ke luar pulau cuma ke Semen Padang, Perseru, Barito Putera, Borneo FC, PSM Makassar dan Bali United," jelas pria asal Madiun itu.
Sedangkan empat tim dengan home base di Jakarta dan Jawa Barat adalah Persija, Bhayangkara FC, Persib Bandung dan PS Tira Persikabo. Sementara, Persebaya menjadi away terdekat tim Arema.
"Kondisi ini juga disambut bagus beberapa klub. PSIS malahan, posisinya di tengah-tengah. Mereka merencanakan away ke Jawa Barat, Jakarta dan Jawa Timur dengan bus. Seperti saat uji coba ke Arema, mereka pun naik bus," pungkas dia. (ley/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :