Singo Edan Siapkan The Next Kurnia Meiga


MALANG - Arema FC percaya diri bisa memiliki penjaga gawang berkualitas di tahun ini. Tim berjuluk Singo Edan ini menargetkan bisa mencetak kiper nasional nomor satu, penjaga gawang level 1! Banyaknya kebobolan di ajang pramusim seperti di Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim, diyakini bakal selesai. Keberadaan pelatih kiper Ricardo Felipe Navarro dos Passos menjadi salah satu jawabannya.
Bervariasinya metode latihan yang diberikan oleh pelatih kiper anyar, membuat skuat tim Singo Edan yakin bisa memperkokoh gawang mereka, salah satunya melalui penjaga gawang. Hal itu terlihat saat latihan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Selasa (13/3) kemarin.
Ricardo memberikan satu latihan dengan alat bernama m-station. Latihan tersebut digunakan untuk membantu kiper dalam mengantisipasi bola rebound. M-station adalah alat yang dirancang untuk latihan mengontrol bola, menyundul bola.
"Itu alat milik Akademi Arema. Buatan lokal, di sini biasa disebut rebound kick. Tetapi kalau sebutan di luar negeri m-station," ujar Asisten Pelatih Kiper Arema, Yanuar Hermansyah.
Alat tersebut selama dua tahun terakhir tidak pernah digunakan oleh tim senior. Namun, ketika Ricardo melihat adanya alat itu, dia membuat latihan yang kian bervariasi. "Tujuan utamanya untuk melatih penjaga gawang. Rebound kick ini untuk memantulkan bola seperti rebound. Jadi, penjaga gawang dan pemain harus siap dengan bola rebound," ungkapnya.
Dalam latihan tersebut terlihat, beberapa penjaga gawang tidak bisa mengantisipasi dan bolaa berada di bawah kolong. "Dari sana semua belajar, untuk lebih solid mengantisipasi bola rebound juga," papar dia kepada Malang Post.
Kendala bahasa yang muncul karena Ricardo hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Spanyol, tampaknya juga tidak dipermasalahkan oleh para kiper Arema. Pasalnya, pelatih berusia 39 tahun itu bisa memberikan instruksi melalui gerak tubuh yang dimengerti para kipernya.
"Tidak masalah mengenai bahasa. Yang penting cara melatih dan instruksi tepat, kami juga mengerti," ungkap Kiper Arema, Kurniawan Kartika Ajie.
Menurutnya, bahasa sepak bola juga gampang dimengerti. Dia juga selama setahun terakhir juga dilatih oleh pelatih yang tidak menguasai bahasa Indonesianya
"Sama halnya dengan saya di Timnas, saya juga punya kendala bahasa dengan pelatih kiper (Eduardo Perez), tapi kami biasa pakai gerakan bahasa tubuh," ungkap Ajie.
Kiper 21 tahun itu tak menyangsikan kemampuan Ricardo yang pernah menangani timnas wanita Brasil. Hal itu menurut Ajie bisa menjadi modal bagus dalam membina kiper-kiper Arema hingga menjadi kiper top di Indonesia.
"Dia punya banyak pengalaman juga, menariknya ketika dia menyampaikan materi latihan dengan cara memberi contoh langsung, kami semua pun mengerti. Banyak hal baru yang kami jalani dan itu menyenangkan,"  tambah dia.
Pelatih Arema, Joko Susilo mengatakan, mendatangkan Ricardo memang diharapkan bisa memperbaiki sektor belakang Arema yang sering kebobolan. Meski tidak sepenuhnya bisa menyalahkan kebobolan dari kualitas penjaga gawang, namun dengan menciptakan penjaga gawang berkualitas, Arema diyakini bisa memperbaiki banyaknya kebobolan yang terjadi sejak pertengahan musim lalu.
"Kehilangan Kurnia Meiga, kami dihadapkan pada pilihan mencari penjaga gawang nomor satu di Indonesia atau menciptakan penjaga gawang dengan level satu. Pilihannya, membuat penjaga gawang level satu dan kami percaya dengan keberadaan Ricardo Fellipe," jelas Joko Susilo.
Menurutnya, pengalaman yang dimiliki oleh pelatih tersebut, membuat Arema yakin bisa mengatasi permasalahan kebobolan di tim Singo Edan. Pengalaman yang dimiliki Ricardo seperti menjadi pelatih kiper di Timnas Wanita Brasil, tim kelompok umur Santos hingga menjadi pengajar di salah satu sekolah di Brasil.
Sementara itu, terkait persiapan melawan Persib Bandung, Arema sempat mengalami kendala, kemarin. Hujan deras yang mengguyur Kepanjen, membuat latihan Arema hanya berlangsung sekitar satu jam.
"Tadi (kemarin, Red) latihan sebenarnya sudah sangat bagus. Kondisi pemain juga sudah nyaman, enjoy untuk menyambut uji coba. Tetapi, hujan membuat latihan berakhir," ungkapnya.(ley/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :