Spirit Patahkan Rekor


SAMARINDA - Arema FC dihadapkan pada rekor buruk saat away ke markas Borneo FC, Stadion Segiri di Samarinda, Rabu (22/5) malam ini. Dalam tiga musim terakhir, tim Singo Edan belum pernah menang saat menjadi tamu Pesut Etam dengan catatan terbaik bermain imbang di tahun 2016 saja.
Kini, Hamka Hamzah dkk pun membawa spirit untuk mematahkan rekor tersebut dan mengambil poin di markas Borneo FC.  Dua musim terakhir, Arema kalah tiga kali saat bermain di Samarinda. Catatan tersebut coba ditepikan oleh klub kelahiran 1987 itu dan membawa spirit baru berupa kemenangan.
"Kalau melihat rekor memang cukup berat. Sepak bola, memakai database juga boleh. Tetapi, kami juga mau mematahkan anggapan 3x3 sama dengan 9. Setelah sebelumnya tidak pernah menang, saatnya membawa semangat untuk mengakhirinya," ungkap General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Dia menuturkan, Arema ingin memulai catatan yang baru, tidak mau terpaku dengan rekor di masa lalu. Ruddy optimis akan hal tersebut. "Seperti kami pernah mengakhiri rekor negatif di Solo atau di Bhayangkara, peluang itu tetap ada di Samarinda," beber dia.
Pria asal Madiun itu menyampaikan, spirit mematahkan rekor jelek ini untuk mendukung keinginan Arema mengumpulkan poin saat away. Usai gagal di Sleman, tentunya kali ini tim asuhan Milomir Seslija itu ingin menggantinya secepat mungkin.
Sejatinya Arema berpeluang besar untuk mengambil keuntungan dalam laga away bila saja Borneo FC kembali bermain di Stadion Aji Imbut, Tenggarong seperti ketika pertandingan pertama melawan Bhayangkara FC. Namun, hal tersebut urung terjadi pasca perawatan rumput Stadion Segiri selesai.
Pemain Arema, Hanif Sjahabndi mengatakan, timnya tidak takut bermain dimanapun. Bila saja bermain di Tenggarong, keuntungan tetap ada pada Borneo FC. "Menurut saya sama saja. Mereka pasti tetap berpikir itu kandang mereka dan berusaha ambil poin penuh," ungkapnya.
Menurut Hanif, timnya tak mau terbayang dengan masa lalu. Kekalahan dari Borneo musim lalu pun bakal dijadikan pelajaran untuk mempersiapkan tim lebih baik malam ini.
"Kalau apa yang harus diperbaiki itu ranah pelatih. Saya sendiri berusaha memperbaiki diri sendiri. Pemain pun masing-masing berbenah," tambahnya.
Selain itu, timnya juga mengambil pelajaran dari persitiwa di pertandingan pembuka. Permainan Arema jauh menurun ketika lawan PSS Sleman usai laga dihentikan.
"Kemarin kan tidak mempersiapkan itu. Sekarang tentu juga berpikir harus siap dalam kondisi apapun," pungkas dia. (ley/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :