Sylvano Comvalius : Ke Magelang seperti Terbang ke Shanghai


MAGELANG - Perjalanan yang melelahkan selama sembilan jam menuju Kota Magelang, tidak menjadi masalah bagi striker anyar Arema FC, Sylvano Comvalius. Meski menurutnya bila di Eropa perjalanan darat bisa keliling sebuah negara atau bahkan antar negara, striker berjuluk Comvalion ini menganggap naik bus adalah transportasi yang nyaman karena aman.
"Saya rasa tidak masalah meski 9-10 jam. Naik bus itu transportasi paling aman menurut saya," ujar Comvalion.
Malahan, bila harus naik pesawat atau menjalani transportasi udara, ia tidak tenang. Selain dirinya, sang istri juga sangat khawatir. Sedangkan bila menggunakan bus, istrinya lebih tenang. Dia bisa setiap saat memberikan kabar kepada keluarganya.
Comvalius mengakui tidak merasa kelelahan dan menikmati perjalanan. Sebab, apa yang dia alami juga dirasakan semua anggota tim. "Kalau semua tim senang, saya juga ikut senang. Saya oke saja," papar dia.
Pemain asal Belanda itu mengatakan, di Indonesia memang perjalanan untuk away terhitung jauh. 2017 dia sudah merasakannya. Malahan, dia harus melalui semua laga away dengan transportasi udara saat bermain bagi Bali United.
Selain itu, diakui dia ketika merasakan perjalanan darat Malang-Magelang, itu sama dengan ketika dirinya dari Belanda menuju Spanyol dan berkeliling di negara beribukota Madrid tersebut. Sebelumnya, selama di Indonesia dia juga belum pernah ada di dalam kendaraan selama 9 jam.
"Dari rumah saya ke Barcelona, hanya 2-3 jam saja berkendara. Dari negara saya ke Paris, sekitar lima jam. Sedangkan sembilan jam ini, saya seperti terbang ke Shanghai (Tiongkok, Red), dari Amsterdam," tambahnya.
Top skor Liga 1 tahun 2017 itu pun sempat penasaran, apakah Arema kerap menggunakan bus untuk away. Sebab, Arema berbeda dengan Bali United yang mesti menggunakan transportasi udara setiap kali meninggalkan pulau tersebut.
Rencananya, musim ini Arema akan melalui 6-7 pertandingan di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan menggunakan transportasi darat. Untuk wilayah Jateng dan Jogjakarta, ada empat tim bermarkas di sana. Selain PSIS, juga ada PSS Sleman, Persipura Jayapura dan Kalteng Putra.
Sementara, untuk Jawa Timur, dua away yang sudah pasti menggunakan transportasi darat adalah away ke Persela dan Persebaya Surabaya. (ley/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :