Tanpa Jaksen, Barito Target Menang


Malang Post - Barito Putera menargetkan tiga angka saat melawan Arema FC, malam ini sekalipun memiliki kendala persiapan. Rizki Pora dan kawan-kawan ditinggal pelatih, Jacksen Ferreira Tiago pulang kampung ke Brasil dan asisten pelatih Yunan Helmi menjalani kursus kepelatihan A AFC di Jakarta.
Kepelatihan selama sepekan terakhir pun diserahkan kepada pelatih fisik Vitor Tinoco. Jacksen pulang ke Brazil karena menghadiri pernikahan anak sulungnya. Dia baru dijadwalkan pulang ke Indonesia, kemarin.
Pemain Barito Putera, Matias Cordoba mengakui, tanpa pelatih utama, timnya tetap menjalani latihan dengan normal. Tidak ada kendala yang dialami oleh pemain selama persiapan menghadapi Arema. "Tidak ada masalah meski tanpa pelatih kepala. Sebab, instruksinya tetap diberikan kepada kami melalui pelatih Vitor," ujar Matias.
Menurutnya, pelatih juga sudah melakukan komunikasi dengan pemain sebelum berangkat ke Brasil. Jacksen telah memberikan instruksi agar selama latihan juga menjalankan komando Vitor.
"Kami juga beberapa komunikasi meski dia tidak di sini. Fisiknya, saja coach tidak di sini, tetapi latihan juga sesuai metodenya," papar dia.
Hal itulah yang membuat dia optimis, meski beberapa latihan tanpa Jacksen dan juga asisten pelatihnya. Kemenangan atas Arema adalah target kami saat ini.
"Kami sudah memiliki rencana untuk bisa mengalahkan Arema. Sebab, kemenangan atas mereka sangat penting bagi kami," jelas Matias.
Menurutnya, tiga angka akan membawa Barito Putera kembali ke 10 besar. Itu akan diwujudkan oleh pemain saat bermain di depan pendukung setianya, Bartman. "Main di kandang sendiri, kami wajib menang dan sudah menyiapkan itu semua sejak lama, termasuk saat latihan tanpa pelatih Jacksen," jelas dia panjang lebar.
Sementara itu, Pelatih Fisik
Barito Putera Vitor Tinoco mengakui jika timnya tidak bermasalah meski latihan tanpa pelatih utama. Baik sebelum atau sesudah latihan, dirinya aktif berkomunikasi untuk mengatasi kendala tanpa adanya sosok Jacksen di Banjarmasin.
"Mungkin masalahnya hanya bahasa, saya tidak terlalu bisa berbahasa Indonesia. Tetapi itu semua sudah bisa diatasi karena secara taktikal pemain memahami bagaimana gaya melatih Jacksen," ungkap Vitor. (ley/feb)

Berita Lainnya :