Tanpa Rasis, Nuwus Aremania


MALANG - Aremania akhirnya bisa kembali ke tribun Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (26/1). Pendukung Arema FC ini bisa mendukung klub kebanggaannya di ajang Piala Indonesia. Hasilnya, 27.552 Aremania membirukan kandang tim berjuluk Singo Edan.
Dukungan Aremania ini, sebelumnya tidak bisa dilakukan selama lima laga home di musim lalu. Selain itu, lima laga away, Aremania juga dilarang mendukung Arema di kandang. Praktis, hampir enam bulan, sejak kali terakhir melawan Persebaya, suporter Arema ini absen dalam laga, kecuali di Piala Indonesia.
Dukungan Aremania itu pun dirasakan oleh penggawa Arema. Nyanyian mereka selama 90 menit, turut mengantarkan kemenangan 4-1 atas Persita. Tidak lagi terdengar nyanyian rasis, juga lemparan ke arah lapangan yang bisa merugikan klub.
‘’Alhamdulillah, pertandingan selama 90 menit lebih tidak ada lagi nyanyian rasis dan lemparan,’’ ujar Media Officer Arema, Sudarmaji.
Menurutnya, Aremania sudah belajar dari sanksi yang didapatkan di tengah musim lalu. Sepuluh laga berpuasa untuk ke tribun, terutama di laga home, membuat Aremania jauh lebih tertib. Dan tentunya, mereka haus untuk mendukung Arema.
‘’Tadi hanya sedikit ada imbauan kepada suporter untuk tidak memasang poster di tribun timur, karena memang dilarang,’’ ungkapnya.
Dia mengatakan, Steward pun memiliki cara atau pendekatan untuk meminta suporter menurunkan poster tersebut.
‘’Semoga yang terjadi hari ini  menjadi momentum dan inspirasi untuk lebih baik,’’ tambah dia.
Dalam laga, Yuli Sumpil dan Vandi yang mendapatkan sanksi tidak boleh datang ke stadion untuk ajang Liga 1, bisa memberikan dukungan. Yuli tampak datang ketika babak kedua berjalan. Sebelumnya, penabuh drum, Sukarno alias Cak No, yang memimpin Aremania bernyanyi sepanjang babak pertama. (ley/jon)