Tanpa Tiket VVIP, Jatah Korwil 25 Persen


MALANG - Panpel pertandingan Arema FC telah memutuskan patokan harga tiket pertandingan home mereka. Tiket pertandingan terdiri dari laga big match dan non big match. Tahun ini, terdapat delapan laga masuk kategori big match, dan salah satu diantaranya adalah ketika menjamu Persebaya Surabaya.
Harga tiket pertandingan tersebut, telah disepakati pasca Panpel menggelar pertemuan dengan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Selasa (13/3) sore kemarin. Harga tiket tersebut tidak mengalami perubahan dengan musim lalu. Yakni sebesar Rp 35 ribu untuk tiket ekonomi dan Rp 100 ribu untuk tiket VIP. Sementara, saat pertandingan yang diperhitungkan sebagai laga big match, patokan harga tiket sebesar Rp 40 ribu untuk tiket ekonomi dan Rp 150 ribu tiket VIP.
"Harga tiket sudah kami tentukan tadi (kemarin, Red) setelah berdiskusi juga dengan Aremania. Tidak banyak perubahan, patokan masih seperti musim lalu. Hanya saja, kami tidak ada lagi tiket VVIP," ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.
Menurut dia, tiket VVIP ditiadakan, berdasarkan evaluasi musim lalu. Tiket tersebut baru diterbitkan lagi jika nanti ada permintaan khusus bagi rekanan atau perusahaan yang bekerja sama.
Dari hasil pertemuan, diputuskan delapan pertandingan yang masuk kategori big match adalah pertandingan melawan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Madura United, Bali United dan laga home terakhir. Jika dibandingkan tahun lalu, ada tiga pertandingan baru yang masuk kategori big match. Yakni Madura United, Bali United dan Persebaya Surabaya.
 "PSM Makassar yang musim lalu masuk kategori big match, sekarang tidak. Evaluasinya, saat laga itu animo penonton masih naik turun dan tadi setelah berdiskusi dengan teman-teman Aremania, melawan PSM masuk laga non big match," jelas dia panjang lebar.
Dia mengatakan, dari 17 laga home tersebut, untuk tahun ini Panpel menargetkan penjualan tiket di atas 245.575 lembar tiket atau pencapaian di tahun 2016. Panpel ingin melebihi penjualan tersebut, yang juga jauh lebih baik dari penjualan tahun 2017 sebesar 150.175 lembar tiket.
"Tahun lalu penjualan tiket memang jauh menurun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Seiring dengan pembenahan di berbagai sektor, seperti di tim juga, kami optimis target bisa lebih baik dari tahun 2016 lalu," urainya.
Menurut Haris, tahun ini ada banyak faktor yang membuat Panpel yakin bisa lebih memaksimalkan penjualan tiket. Salah satunya adanya tim Persebaya. Aremania dipastikan tidak mau kalah dengan suporter tim yang baru promosi di tahun ini.
"Belajar dari tahun lalu tim mengalami kesulitan finansial karena sepinya penonton. Maka, tahun ini kami yakin dengan faktor seperti big match melawan Persebaya, dan juga pembenahan di tim, target kami akan tercapai," jelasnya.
Selain itu, Haris mengatakan Panpel akan memaksimalkan promosi. Bersama manajemen, woro-woro di spanduk dan media sosial, bakal dimaksimalkan. "Kami juga akan menyiapkan door prize atau hadiah. Ini tujuannya, Aremania yang datang juga bisa mendapatkan keuntungan tambahan," urai dia panjang lebar.
Sementara itu, untuk tahun ini Arema akan mengunakan tiket gelang. Di akhir musim lalu, tiket tersebut digunakan dan terbukti meminimalisir kebocoran tiket. Sedangkan untuk proporsi penjualan, 75 persen tiket akan didistribusikan melalui ticker box dan sisanya pada rekanan atau korwil.
Namun, jika korwil atau tekanan siap membuka ticker box, kini Arema juga memberikan kesempatan tersebut. "Bedanya sekarang pada sistem penjualan saja. Kalau ticket box, berarti mereka akan pesan dan membayar sesuai dengan yang dipesan hingga H-1 pertandingan," tandas dia. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :