Tuan Rumah Piala Presiden


MALANG – PSSI sedianya menggelar Piala Presiden mulai Maret 2019 mendatang. Lima tuan rumah dikabarkan sudah terpilih. Malang, kandang Arema FC menjadi salah satu kota tuan rumah. Manajemen Singo Edan, julukan Arema, sudah mendengarkan adanya kabar tersebut.
General Manajer Arema, Ruddy Widodo mengatakan, sebagai klub yang patuh pada aturan dan ketetapan PSSI, Arema mengikuti apa yang ditata oleh federasi.
‘’Sebenarnya kami siap saja. Tapi, kalau boleh jujur, kami jangan jadi tuan rumah,’’ kata Ruddy kepada Malang Post.
Menurutnya, ada alasan tersendiri mengapa manajemen Arema FC berandai-andai untuk tidak menjadi tuan rumah. Ruddy mengatakan, alasannya bukan faktor teknis. Dari segi kemampuan pelaksanaan maupun teknis penyelenggaraan, Arema sudah memiliki panpel dengan standar AFC.
‘’Hanya saja, sugestinya tidak bagus, jadi tuan rumah susah menjadi juara,’’ ujar Ruddy.
Namun, bila PSSI sudah membuat titah, Arema FC sebagai klub di bawah naungan federasi siap melaksanakan keputusan. Pihak manajemen kini sedang menunggu surat dari PSSI terkait penyelenggaraan Piala Presiden 2019.
Dengan penyelenggaraan Piala Presiden yang dikabarkan berjalan Maret 2019, publik juga tidak akan bisa melihat lanjutan Piala Indonesia yang akan terhenti sementara di fase 16 besar. Arema yang berpeluang besar melaju ke 16 besar setelah menang 4-1 atas Persita, baru bisa melanjutkan Piala Indonesia pada Mei 2019, sesuai perkataan Waketum PSSI Iwan Budianto.
Ruddy pun memberi tanggapan soal Piala Indonesia 16 besar yang diundur karena Piala Presiden. ‘’Kami sempat diskusi dengan tim pelatih soal ini, dan kami belum tahu keputusan PSSI seperti apa. Namun, kami berkaca pada Piala Indonesia sebelumnya, berlangsungnya di tengah kompetisi,’’ ujar Ruddy.
Dengan pengalaman pelaksanaan Piala Indonesia yang dulu bernama Copa Indonesia, Ruddy menganggap pelaksanaan Piala Indonesia 2019 tidak akan bermasalah dengan jadwal liga. Apalagi, dia tidak ingin kompetisi Piala Indonesia, malah dipaksakan harus segera berakhir bulan Februari.
‘’Daripada memaksa Piala Indonesia berakhir bulan Februari demi mendahului Piala Presiden yang start Maret, saya rasa itu malah padat dan mempengaruhi klub yang sedang persiapan menuju liga dan pra musim,’’ tutupnya.(fin/jon)

Berita Terkait