Wajib Sertakan Hasil Tes Medis


MALANG - Pemain Arema FC menjalani sesi tes medis di Laboratorium Klinik Bromo, Selasa (13/3) kemarin. Dendi Santoso dkk harus menjalani tes darah dan elektrokadiogram (ekg) yang kemudian bakal menjadi syarat untuk pendaftaran pemain.
"Tahun ini, bukti tes medis juga harus disertakan dalam pendaftaran. Sehingga, semua pemain memang wajib untuk mengikuti tes medis pagi ini (kemarin, Red)," ujar Sekretaris Tim, Rahmat Taufik.
Menurutnya, Arema sudah sempat mendaftarkan pemain untuk kompetisi Liga 1. Namun, operator akhirnya meminta untuk tim Singo Edan mendaftarkan ulang nama-nama pemainnya, dengan berkas kelengkapan yang ada.
"Sekarang juga harus diperbaharui fotonya. Pemain juga sudah take photo, Senin (12/3) setelah latihan. Sekarang tes medis, lalu hasilnya harus segera kami lampirkan dalam berkas pendaftaran online," papar dia kepada Malang Post.
Sejatinya setiap tahun Arema selalu memberikan tes medis kepada pemain, terutama pemain asing. Hanya saja, selama ini untuk pendaftaran, hasil tes medis tidak wajib disertakan.
"Mungkin ini pelajaran dari banyaknya kejadian di lapangan, seperti kasus Choirul Huda. Kondisi kesehatan pemain harus diketahui sejak awal," ujar dokter tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi.
Biasanya, tes medis dilakukan oleh klub, karena mereka ingin melihat kondisi medis pemain, termasuk riwayat cedera.  Sementara itu, dalam tes medis kemarin, sebanyak 31 pemain menjalani tes di Lab Klinik Bromo, sejak pukul 06.00 WIB. Pemain dibagi dalam tiga kloter untuk menjalani tes sekitar 5 menit per pemain tersebut.
Pemain yang berada di kloter pertama seperti Muhammad Rafli, Thiago Furtuoso, Nasir, Joko Ribowo dan Utam Rusdiana. Sementara di kloter terakhir, giliran rombongan Ahmad Nur Hardianto, Juan Revi, Purwaka Yudhi hingga Balsa Bozovic. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :