Yakin Kerusahan Sleman Tak Terulang


MALANG – Manajemen Arema FC turut bersuara terkait insiden di Sleman, saat pertandingan pembuka Liga 1 2019. Manajemen tim Singo Edan itu menyayangkan adanya provokator yang masuk ke stadion dan membuat suasana ricuh antara pendukung Arema dan PSS Sleman. Arema pun berharap dalam waktu dekat permasalahan bisa segera diusut dan diselesaikan.
“Kami tentu sangat menyayangkan tindakan provokator. Sepertinya, mereka tidak menginginkan sepak bola Indonesia maju,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Dia memprediksi, ada pihak yang ingin membuat pembukaan tersebut kacau. Pasalnya, saat sebelum kick off atau sore hari, tidak ada permasalahan antara suporter Arema dengan suporter Sleman.

Nobar Malang Post Seperti di Kanjuruhan


MALANG – Aremania memadati halaman depan kantor Malang Post Korane Arek Malang, Rabu malam, kemarin. Suporter fanatik Arema FC, menghadiri acara nonton bareng laga perdana Liga 1 Indonesia 2019 melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Jogjakarta. Suporter menonton lewat layar besar di halaman Malang Post Jalan Raya Sawojajar, ruko WoW.
Dalam event nobar kerjasama antara Malang Post, Torabika dan RCB, Aremania antusias menyaksikan pertandingan antara Singo Edan kontra Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman. Namun saying di laga perdana ini Singo Edan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1. Sebelum laga, Aremania di depan kantor Malang Post, bernyanyi menyatukan suara untuk tim pujaannya.

Usai Tanding Langsung Pulang


SLEMAN - Penggawa Arema FC telah meninggalkan Sleman, Kamis (16/5) dinihari tadi. Beberapa jam pasca pertandingan perdana Liga 1 2019, Hendro Siswanto dkk bertolak kembali ke Bumi Arema, pasca lawatan selama sepekan di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Anak asuh Milomir Seslija ini pulang dengan menggunakan jalur darat seperti ketika berangkat ke Magelang, pekan lalu.
Tim Arema memang tidak ingin berlama-lama di Sleman. Usai pertandingan, skuat kembali ke hotel dan bersiap-siap check out di hotel.

Berita Terkait

Berita Lainnya :