Pasrah ke Komdis


MALANG - Manajemen Arema FC tidak mau memprediksi atau berandai-andai mengenai potensi sanksi yang tidak hanya mengancam PSS Sleman dan suporternya. Dari pihak Singo Edan pun bisa terancam hukuman meski berstatus tim tamu. Namun, Arema memastikan tetap berusaha mengumpulkan fakta di lapangan terkait kericuhan yang terjadi di Stadion Maguwoharjo, di pertandingan pembuka Liga 1 2019.
"Kami tidak mau berandai-andai. Kami pasrahkan saja ke Komdis bagaimana nanti keputusannya," ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Ganti Poin yang Hilang !


MALANG - Arema FC telah menatap Borneo FC, di pekan kedua Liga 1 2019, Rabu (22/5) depan. Tim asuhan Milomir Seslija ini telah mengevaluasi penyebab kekalahan mereka. Singo Edan ingin memperbaiki setiap kesalahan. Kali ini lebih siap melawan tim asal Samarinda tersebut. Untuk mengganti poin yang hilang di Sleman.
General Manager Arema, Ruddy Widodo mengatakan, timnya tetap mengevaluasi penyebab kekalahan di pekan pertama. Meski menganggap lost konsentrasi, karena permasalahan hati ketika melihat suporter terlibat kericuhan. Namun tetap ada sisi teknis yang wajib diperbaiki.
“Ada satu pelajaran secara teknis, yakni tidak meremehkan tim lawan, termasuk tim promosi. Satu pelajaran entah sekian persen dari 100 persen, ada sikap meremehkan,” ujar Ruddy.

Alfin Terancam Absen


MALANG – Gawat. Arema FC terancam gagal menurunkan skuat terbaiknya saat melawan Borneo FC, Rabu (22/5) depan. Padahal, Singo Edan berusaha untuk meraih poin maksimal sebagai ganti poin yang hilang di Sleman.
Pasalnya, bek kanan Alfin Tuasalamony, mengalami cedera usai pertandingan melawan PSS Sleman, Rabu (15/5) lalu. Lutut Alfin mengalami pembengkakan dan harus mengalami serangkaian terapi serta pemeriksaan.
Alfin tidak tampak ketika Arema FC menggelar recovery training di Lapangan Futsal Machung, Jumat (17/5) sore. Pasalnya, lutut kaki kanan dari pemain asal Maluku itu mengalami cedera.

Berita Terkait

Berita Lainnya :