Sayonara Juara Bertahan

 
SOLO - Gelar juara Arema FC di Piala Presiden, lepas. Tim asuhan Joko Susilo itu harus merelakan trofi jatuh ke tangan klub lain, pasca tumbang di tangan Sriwijaya FC, Minggu (4/2) kemarin. Singo Edan takluk dengan skor 1-3 di Stadion Manahan Solo, setelah sempat mengimbangi tanpa gol di babak pertama. Sayonara juara bertahan, ambisi back to back juara turnamen pramusim tersebut gagal terwujud.
Arema mesti takluk dari Sriwijaya yang mencetak gol melalui  Bio Pualine di menit  67, Syahrian Abimanyu  di menit 71, dan Beto Goncalves pada enit 85. Arema hanya bisa membalas melalui gol Ahmad Nur Hardianto di menit 83 melalui titik penalti. Sedangkan satu peluang gol yang juga dari titik putih, gagal dimaksimalkan Dedik Setiawan di menit 62.

Aremania: Mainnya Jelek


 
SOLO - Ribuan Aremania yang datang ke Stadion Manahan Solo, harus pulang dengan kekecewaan. Semangat mereka dari siang hari yang terlihat di sekitar Manahan, berakhir dengan kesedihan di ujung pertandingan.
Lima menit terakhir, termasuk di babak injury time, dukungan untuk Arema FC, berbalik dengan hujatan karena kecewa melihat penampilan Singo Edan. Awalnya, mereka mendukung dengan chant-chant penuh semangat seperti dengan lagu Salam Satu Jiwa, Janji Setia hingga Arema berjuang. 

Lepas Peluang Emas, Singo Edan Pulang Lemas

 
SOLO – Meski sempat tak diunggulkan, Arema FC sejatinya mampu mengimbangi permainan Sriwijaya FC dalam pertandingan perempat final  Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Mingggu (4/20 malam. Setidaknya pada babak pertama, Arema menahan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu imbang tanpa gol.
Bahkan tercatat, Arema memiliki peluang bagus dari kaki dua striker sayapnya, Dedik Setiawan dan Dendi Santoso. Dedik membuka peluang pada 29, namun tendangannya masih melenceng dan peluang Dedi Santoso menit 40 saat tinggal berhadapan dengan kiper Paku Alam. Sayang sepakan kapten tim Arema itu masih bisa diblok.

Berita Terkait

Berita Lainnya :