MALANG POST - Jalankan Tugas Kewirausahaan, Siswa Jahit Masker

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Jalankan Tugas Kewirausahaan, Siswa Jahit Masker

Rabu, 22 Apr 2020, Dibaca : 2445 Kali

MALANG - Sambil menunggu kelulusan siswa kelas XII SMK Farmasi Maharani punya aktivitas tersendiri. Mereka mempunyai kegiatan berwirausaha untuk menjadi pribadi yang produktif di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. Tentu saja tidak lepas dari bimbingan dan monitoring guru.

 

Kegiatan siswa tersebut sebagai ganti dari ujian kompetensi kelulusan (UKK) setelah dilaksanakannya UN beberapa waktu lalu. Sembari menunggu pengumuman kelulusan para siswa diberikan tugas untuk membuat produk atau berbuat sesuatu yang menjadi pendapatan atau income untuk mereka sendiri.

Kabag Humas dan BKK SMK Farmasi Maharani, Lusia Purwidiastuti S.Si., Apt., mengatakan, aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kelas XII tidak nganggur. "Meskipun dalam kondisi pandemi seperti ini anak SMK Farmasi Maharani tidak boleh berdiam sendiri, harus produktif dengan keterampilan masing-masing," ucapnya kepada Malang Post.


Berbagai aktivitas dikerjakan siswa kelas XII dalam kurun waktu yang belum ditentukan. Diantara mereka ada yang membuat dan menjual alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, masker dengan dibantu keluarganya. Selain itu juga ada yang bekerja di apotik untuk melanjutkan pekerjaan saat mereka praktik waktu kelas XI. "Semua itu mereka kerjakan sendiri, sampai pada tahap penjualan. Dan kami bersyukur, banyak yang sukses seperti mereka yang menjual APD. Bahkan mampu melayani permintaan sebuah pabrik," ungkap Lusia.


Ia yakin anak didiknya mampu menjalankan tugas kewirausahaan dalam lingkungan keluarga dan tempat mereka bekerja. Pasalnya, siswa SMK Farmasi Maharani telah mendapat bekal di sekolah. Mulai tahap perencanaan, membuat produk, pengemasan hingga penjualan. "Anak-anak tinggal berkreasi membuat dan menjual produknya, agar  bisa mandiri terutama di masa sulit seperti ini," terangnya.


Termasuk bekal yang mereka peroleh dari gurunya yaitu cara pelaporan keuangan ada pelayanan Farmasi. Sehingga seandainya siswa SMK Farmasi ingin membuka apotek sendiri, dipastikan sudah bisa. "Kami sudah berikan ilmunya, termasuk cara pembukuan," imbuhnya.


Lusia menjelaskan bahwa aktivitas siswa kelas XII dalam menjalankan tugas kewirausahaan menjadi penilaian sebagai pertimbangan tersendiri untuk kelulusan. Siswa diminta untuk melaporkan pada guru sejauh mana hasil yang dicapai, termasuk laporan kegiatannya. "Nanti nilainya direkap dan masuk dalam penilaian keterampilan," terangnya.


Banyak yang dapat dipelajari siswa dengan aktivitas tersebut. Yang jelas menjadikan mereka lebih mandiri, pandai menangkap peluang dan semakin terampil berkomunikasi.

  "Inilah yang kami harapkan pada anak-anak, karena tidak semua anak pintar itu kreatif," pungkasnya. (imm/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Imam Wahyudi