14 Warga Korban Kerusuhan Wamena Pulang Kampung | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 1608 , udi, ira

MALANG - Sebanyak 14 warga Kabupaten Malang yang menjadi korban kerusuhan Wamena, memilih pulang kampung. Mereka datang bersama dengan 505 warga lain, dengan menaiki kapal laut, turun di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
14 warga itu dijemput Dinas Sosial Kabupaten Malang. Sebelum mereka kembali ke rumahnya, mereka lebih dulu mampir ke Pendopo Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim, Kota Malang. Kedatangan warga ini disambut oleh Bupati Malang H.M Sanusi. Orang nomor satu di Pemkab Malang ini sempat menyapa dan mengajak ngobrol warga. Bahkan, dia juga memberikan bingkisan dan foto bersama dengan mereka.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nur Hasyim menyebutkan, jika 14 warga itu datang dari Wamena dengan kapal laut. Mereka turun di pelabuhan Tanjung Perak. "Begitu mendapat informasi ada pengungsi dari Wamena datang kami langsung merespon. Apalagi saat itu kami mendapat informasi bahwa dari puluhan itu ada warga Kabupaten Malang, sehingga kami melakukan penjemputan," katanya.
Dia menguraikan, kedatangan pengungsi menggunakan kapal laut Pelni merupakan kali pertama. Sebelumnya, para pengungsi ini datang dengan naik pesawat Hercules, turun di Lanud Abd Saleh.
Nur Hasyim juga mengatakan, 14 warga Kabupaten Malang tersebut berasal dari Kecamatan Wonosari, Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Gondanglegi, dan Kecamatan Poncokusumo. "Sebelumnya kami mendapat data ada 94 orang, warga Kabupaten Malang yang menjadi korban kerusuhan Wamena datang hari ini. Namun karena kapal yang membawa para pengungsi ini tidak muat, mereka diikut sertakan pada gelombang berikutnya," ujarnya.
Namun, Nur Hasyim belum mengetahui pasti kapan kapal laut yang membawa pengungsi ini datang lagi. Tapi yang jelas pihaknya siap memback up dan menjemput jika memang ada warga Kabupaten Malang. "Informasinya Sabtu (19/10) datang lagi. Tapi kami masih menunggu," ungkapnya.
Dia menyebutkan, para pengungsi akan mendapatkan layanan trauma healing. "Untuk sementara ini kami pertemukan dulu mereka dengan keluarganya. Baru kemudian, kami memberikan layanan trauma healing," tambahnya.
Selain warga Kabupaten Malang, dalam pemulangan pengungsi  juga ada 5 warga Kota Malang. Menurut informasi, lima warga Kota Malang itu dari kecamatan Lowokwaru. Sementara Deni, salah satu korban kerusuhan Wamena asal Kabupaten Malang menyebutkan, jika dia di Wamena sudah enam bulan lalu. Di Wamena bekerja sebagai penjual bakso. Saat kejadian, dia mengaku takut, dan langsung sembunyi di dalam rumah.
"Takut, ada banyak warga yang berlaku bringas. Saya sembunyi dalam rumah. Sempat ada orang tak dikenal  masuk ke rumah saat saya sembunyi. Tapi saya bersyukur, karena orang itu pergi, dan kami langsung keluar, untuk kemudian ditolong warga lainnya," kenangnya. (ira/udi)



Loading...