55 Mahasiswa Go International Camp

Minggu, 20 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 393 , parijon, sisca

MALANG - Sebanyak 55 mahasiswa asing yang belajar di Kota Malang didaulat menjadi perwakilan Kota Malang di International Camp 2019. Mahasiswa-mahasiswi asing ini tergabung program international camp 2019 hasil kerjasama antar Konsorsium Kantor Urusan Internasional Malang Raya dengan Pemerintah Kota Malang.
Tercatat mahasiswa dari negara Malaysia, Laos, Ceko, Sudan, Sudan Selatan, Madagaskar, Gambia, Yaman, dan Kenya ikut meramaikan kegiatan yang  mengusung tema Ecotourism Branding for Economic Sustainability in Malang Regency and Bangkalan Regency: A Project Based Learning.  
 “Salam satu jiwa, Arema,” ujar 55 mahasiswa dari sembilan negara yang diberangkatkan semalam dari Balai Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan Pemerintah Kota Malang sangat mendukung dan menyambut mahasiswa asing yang ingin menjadikan Malang sebagai destinasi untuk pendidikan hingga saat ini.
“Terbukti dari jumlah tampungan mahasiswa baru yang dapat mencapai 100 ribu setiap tahunnya. Kami sangat terbuka dalam kerjasama multilateral, khususnya diantara lembaga perguruan tinggi” ujar Sofyan Edi.
Ikut mendampingi program ini, Rektor STIKI Malang, Dr Eva Handriyantini menyampaikan meskipun mahasiswa internasional yang terdiri dari 9 negara yang hadir mempunyai banyak keterbatasan bahasa dan keterbatasan untuk memahami.
Meski begitu dijelaskannya mereka dapat menghasilkan out put yang luar biasa dalam menjalani program ini.  
“Saya harap kita dapat menciptakan sesuatu yang baru di lain waktu, melalui globalisasi kita dapat menciptakan jalan yang sangat penting untuk saling mengembangkan satu sama lain dan membangun masa depan” paparnya.
Kepala Kantor Urusan Internasional Polinema Malang Dr Nur Salam, menyampaikan program hasil kerjasama antar Polinema Malang, Universitas Trunojoyo Madura, dan STIKI Malang yang dilangsungkan selama 10 hari ini bertujuan untuk mengenalkan perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu  juga bekerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri dan mengenalkan daerah di Indonesia, khususnya Kota Malang.
“Ini sudah yang kedua kalinya di Malang Raya  dan melalui tema yang diangkat pada tahun ini, mahasiswa internasional dikenalkan pada Hutan Mangrove di Madura, pengenalan tentang batik dan pengenalan tentang budaya, termasuk bahasa Indonesia. Harapannya, ketika pulang ke negaranya masing-masing, mereka akan mengenalkan negara kita kepada warga disana” pungkasnya. (ica/jon)



Loading...