MALANG POST - Ada Delapan Pendaftar, Tak Termasuk Dewa

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Ada Delapan Pendaftar, Tak Termasuk Dewa

Minggu, 09 Feb 2020, Dibaca : 1083 Kali

MALANG – Kresna Dewanata Phrosakh merupakan salah satu kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang digadang-gagang maju dalam Pilkada tahun 2020. Namanya pun santer terdengar, apalagi beberapa kali anggota Komisi I DPR RI ini terjun dan bertemu langsung masyarakat. Itu semakin menguatkan bahwa Wakil Ketua Umum Garda Pemuda Partai NasDem, akan maju dalam Pemilihan Bupati Malang tahun 2020. Hanya saja namanya tak masuk dalam daftar tujuh Cakada pendaftar NasDem.

Saat kabar tersebut dikonfirmasikan, Dewa begitu Kresna Dewanata Phrosakh akrab dipanggil langsung tersenyum. Dihubungi Malang Post, anggota MPR RI Fraksi NasDem ini, mengatakan enggan mendahului dan memilih menunggu.

Dewa sendiri mengatakan, jika secara pribadi dirinya tidak mau mencalonkan diri. Alasannya adalah ingin melanjutkan tugas-tugasnya sebagai anggota DPR RI. Dia mengatakan, jika dipilih masyarakat untuk menjadi anggota DPR RI.

“Tidak bisa saya mengambil semua jabatan. Pemilihan legislatif tahun lalu, saya dipilih dan dipercaya masyarakat untuk menjabat sebagai anggota DPR RI. Pilihan itulah yang saya pegang teguh, sehingga saya mengatakan tidak mencalonkan diri,’’ ungkapnya.

Termasuk jika dalam perjalanannya nanti,  partainya menunjuk dirinya sebagai calon bupati. Dewa pun akan menanyakan langsung kepada para konstituennya. “Sah-sah saja partai menunjuk calon, dan DPP memberikan rekomendasi calon. Tapi secara etika politik itu tidak baik.  Saya tidak boleh tamak mengambil semua jabatan. Sebaliknya untuk saat ini saya konsentrasi untuk melanjutkan tugas sebagai anggota DPR RI,’’ ungkapnya.

   Baca Juga : Nasdem Tampung 7 Calon Kepala Daerah

Sedangkan ditanya soal perkembangan partainya menghadapi Pilkada? Dewa pun mengatakan saat ini masih dalam proses. Dia mengatakan, terkait dengan Pilkada, partainya telah membuka konvensi untuk menjaring calon. Saat itu ada delapan orang yang mendaftar sebagai calon.

Semua berkas pendaftaran dikatakan Dewa sudah dikirim ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat)  Bahkan, DPP saat ini juga sudah melakukan survei untuk mengetahui kekuatan masing-masing peserta. Karena menurut dia hasil survei  inilah yang dikemudian digunakan acuan partai untuk mengeluarkan rekom.

Ditanya apakah dia juga masuk dalam survei? Dewa langsung tertawa. Tidak lama kemudian, Dewa mengatakan tidak. “Saya daftar di konvensi saja tidak, bagaimana mungkin bisa ada di survei. Yang disurvei ya yang daftar saja,’’ ungkapnya.

Tapi demikian, Dewa sendiri sadar akan kekuatan partainya. Dengan hanya memiliki tujuh kursi di DPRD Kabupaten Malang, Partai NasDem membutuhkan kolalisi untuk dapat mengusung pasangan calon bupati maupun calon wakil bupati. Seiring dengan itu, Dewa pun mengaku terus melakukan komunikasi dengan partai lainnya. Baik itu di tingkat daerah, provinsi maupun di pusat. Harapannya, saat koalisi terjalin, maka partai yang tergabung dalam koalisi itu bekerja keras untuk memenangkan pasangan calon.

“Yang pasti kami menunggu. Dan yang jelas, siapapun yang memenangkan Pilkada nanti harus didukung secara maksimal. Karena prinsipnya satu, siapapun yang jadi selalu mengusung misi untuk memajukan Kabupaten Malang. Sehingga begitu ada yang terpilih nanti, harus didukung secara maksimal,’’ tandasnya.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika