Ajukan Calon Seimbang

Jumat, 29 Mei 2020

  Mengikuti :


Ajukan Calon Seimbang

Minggu, 08 Mar 2020, Dibaca : 1485 Kali

PKB harus berhitung matang untuk melawan H.M.Sanusi yang menggandeng Didik Gatot Subroto. Solid saja tak cukup. Sebab syarat minimal memenangkan Pilkada tergantung siapa yang diusung. Selain itu harus bangun koalisi besar yang punya kekuatan jaringan pendukung serta basis ril.


Hal itu diungkapkan pakar politik Dr. Nuruddin Hady SH, MH. Sebab menurut akademisi  Universitas Negeri Malang (UM) ini, lawan yang dihadapi PKB merupakan petahana. Sudah begitu, pernah berjejaring di PKB dan NU.

   Baca juga : Tak Peduli Kata Orang, Sanusi Optimis Menang di Atas 50 Persen


Salah satu alternatif, menurut Nuruddin, PKB harus memunculkan calon dari internal NU. Minimal punya kapasitas yang sama dengan Sanusi. dr Umar Usman salah satu contoh figur yang punya modal sosial di NU.   
“dr Umar Usman itu salah satu figur yang bisa mengimbangi Sanusi. Sebab ia (dr Umar Usman) saat ini Ketua PCNU Kabupaten  Malang, pernah jadi ketua GP Ansor Kabupaten Malang. Dia punya jejaring dan modal sosial yang cukup kuat di internal NU. Karena kedekatan secara emosional itu penting,” papar Nuruddin.  


Namun lanjut dia, harus diperkuat dengan pasangan yang juga punya modal sosial kuat. Selain itu membangun koalisi besar. Sebab walau memenuhi syarat bisa mengajukan pasangan calon bupati-wakil bupati sendiri, PKB harus menggandeng partai politik lain.
Peluang atau potensi yang bisa diajak masuk dalam koalisi besat menurut Nuruddin, di antaranya Nasdem, Gerindra dan Golkar. “Tiga partai ini cukup signifikan,” katanya.


Itu saja belum cukup. Bangunan koalisi besar itu harus diperkuat lagi dengan figur yang memiliki kapasitas ideal. Karena itu, tidak harus mengusung ketua partai politik yang berada dalam bangunan koalisi.
“Bisa mengajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang betul-betul kuat. Punya basis, jaringan dan sumber daya lainnya,”  ujarnya. Mengusung tokoh nasional salah satu contohnya. “Misalnya tokoh nasional yang punya jejak di Kabupaten Malang,” tambah Nuruddin.


Jika menemukan figur tangguh, kata Nuruddin, bisa saja PKB tidak harus mengajukan calon bupati melainkan wakil bupati. “Kondisi itu sesuaikan dengan kapasitas figur yang diusung,” pungkasnya. (van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi