MALANG POST - Aktivitas Para DJ Gelar Distudioaja, Sajikan Musik Di Masa Corona

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Aktivitas Para DJ Gelar Distudioaja, Sajikan Musik Di Masa Corona

Selasa, 21 Apr 2020, Dibaca : 4110 Kali

Dampak virus corona atau covid-19 tak hanya menimpa roda perekonomian. Dunia seni dan musik pun lumpuh total karena tak adanya panggung bagi para musisi untuk berekspresi dan menjalani profesi. Untuk mengatasi situasi ini, para Disc Jockey di Malang menggelar panggung musik virtual, dengan tagar #distudioaja.

 

Dengan penggagas program Rizal Aditya dan DJ RZKY, #distudioaja sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan, sejak pertengahan Maret 2020 lalu. Sabtu malam (18/4), Instagram ofisial Souldbeat Entertainment, menyiarkan performa DJ secara live. Sajian musik pun terdengung di media sosial tersebut.
DJ mulai menyajikan mixing musik secara live. Suasana ‘dugem’ pun tersaji, meski saat ini Kota Malang sedang ketat menjalankan physical distancing. Tanpa perlu masuk ke dalam klub malam, musik elektro tersaji di Instagram bagi para penggemar musik klub. Mulai dari jam 19.00 sampai 22.00 WIB, musik elektro menghibur netizen.


Shinta Aurel, Female DJ Souldbeat, dan Andrez Gregori, resident DJ Hugos Malang, tampil di studio Souldbeat di kawasan Sukarno Hatta. Tak hanya itu, hampir semua DJ di bawah manajemen Souldbeat, rutin menghibur netizen Instagram. Seperti Bellavie, yang juga Putri Kartini Malang Post, serta Belghis Annisa.


Manajer Souldbeat Manajemen, Andi Yulianto mengatakan, program #distudioaja ini menjadi wadah bagi para DJ di Malang untuk mengekspresikan musik, meski belum bisa manggung di klub karena corona virus. “Program #distudioaja ini digagas Rizal Aditya dan RZKY, kita terusin programnya karena bagus buat wadah DJ manggung di masa corona ini,” kata Andi kepada Malang Post.


Bagi para DJ, situasi covid-19 berpengaruh besar bagi kehidupan harian mereka. Sebab, corona virus membuat pemerintah menutup seluruh tempat hiburan yang acapkali menjadi pusat keramaian. Otomatis, profesional seperti para DJ, kehilangan mata pencaharian rutin. Tak heran, ada inisiasi untuk mewadahi para DJ agar tetap bermusik.
“Kita bikin live Instagram, setiap dua hari sekali. Party peoplenya tetap bisa dengerin musik live, tapi dari Instagram,” ujar alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu. Andi mengatakan, dampak covid-19 jelas terasa bagi para DJ yang hampir pasti tidak akan bisa manggung sampai selesai lebaran mendatang.


Itupun, mereka belum tahu apakah corona virus sudah berakhir atau tidak. Dalam situasi yang tidak pasti seperti sekarang ini, kesempatan untuk mengekspresikan musik dan menjalani profesi normal sebagai DJ sudah tidak memungkinkan. Karena itu, #distudioaja menjadi gerakan para DJ di Malang untuk tetap menjaga performa mereka.
“Sejak pertengahan Maret, kami melakukan gerakan #distudioaja. Live kita di dalam studio,” tandas bapak dua anak tersebut. Setiap live, setidaknya ada dua DJ yang tampil menghibur netizen dan party people. Tiap DJ, memiliki waktu 45 menit untuk live perform dan menyajikan musik.


Setelah 15 menit, sesi live perfrom kembali digelar. Netizen dan party people menyambut antusias sajian musik di tengah physical distancing dan pembatasan sosial. Andi menegaskan bahwa gerakan ini tak terbatas pada DJ dari Souldbeat Entertainment saja. Seluruh DJ di Malang dipersilakan untuk bergabung.
“Kami buat ini untuk mengisi masa social distancing, gerakan akan terus berjalan sampai #dirumahaja berakhir. Kami pastikan DJ nya tidak hanya dari Souldbeat, tapi juga dari teman-teman label lain juga bisa gabung dalam gerakan ini,” sambung pria yang juga DJ usia 29 tahun tersebut.
Menurut Andi, genre yang dibawakan bervariatif. “Semua genre bisa, kecuali breakbeat dan fungkot. Karena, tergantung segmen pendengar kami juga,” tambahnya.

 

Sebagai pelaku industri hiburan di Malang, Andi tentu saja berharap virus corona segera selesai dan berakhir di Indonesia dan Malang.
Karena, seluruh aktivitas profesi DJ yang fokus pada hiburan musik benar-benar berhenti karena corona. Alasan ini pula yang membuat para DJ membuat gerakan #distudioaja. Harapannya, party people tidak keluar rumah, dan tetap menjalankan anjuran pemerintah untuk social distancing, serta mempercepat proses perlawanan terhadap coronavirus.
“Gerakan ini sudah muncul di berbagai kota besar di Indonesia. Karena, semua DJ pun berharap corona virus segera berakhir,” tutupnya.(finoyudistira)

Editor : Redaksi
Penulis : Fino Yudistira