Alumni SMANTI Raih Beasiswa NICHE Studi Master Belanda

Minggu, 20 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 588 , udi, asa

MALANG - Dinda Rizqiyatul Himmah, yang belum lama menyelesaikan studi jenjang sarjananya hanya dalam kurun 3,5 tahun di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), menjadi salah satu peraih beasiswa Netherlands Initiative for Capacity Development in Higher Education NICHE, dari pemerintah Belanda untuk menempuh studi master.
Gadis yang akrab disapa Dinda, alumni SMAN 3 Malang ini menyampaikan awal mulanya bisa meraih beasiswa. Menurutnya, ia sudah diterima terlebih dahulu di Fakultas Hukum University of Groningen, Belanda dan sudah meraih LoA (Letter of Acceptance). Sebelumnya, Dinda juga telah aktif pada berbagai kegiatan yang diadakan NICHE sejak selesai ujian skripsinya pada Februari lalu.
"Saya masih ingat betul, saat deadline hari terakhir pendaftaran S2, sedang di Pontianak dalam rangka menjadi panitia seminar nasional tentang arbitrase internasional. Saat itu saya nekad saja untuk daftar di Fakultas Hukum di University of Groningen, Belanda. Saya pikir akan lebih baik jika mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) terlebih dahulu, dengan harapan bisa lebih meyakinkan institusi pemberi beasiswa saat saya apply beasiswa di kemudian hari," kisahnya pada Malang Post.
Hingga akhirnya pada 22 Mei lalu, Dinda mendapat LoA dari Universirty Groningen, dan baru mulai memikirkan bagaimana mendapatkan beasiswa. Karena Dinda sebelumnya sudah banyak berpartisipasi di NICHE (melalui Bidang Studi Hukum Internasional FHUI yang bekerja sama dengan NICHE). Akhirnya diputuskan menjadi salah satu penerima beasiswa NICHE untuk menempuh studi master di Belanda.
"Partisipasi saya di BSHI FHUI selama kurang lebih hampir tujuh bulan, serta niat saya untuk berkarir di bidang akademik tepatnya di FHUI, akhirnya BSHI FHUI dan juga pihak Project Manager NICHE di Belanda sepakat memberikan beasiswa selama satu tahun penuh pada saya untuk melanjutkan studi S2 di University of Groningen," imbuhnya.
Sebagai fresh graduate, memperoleh beasiswa bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan komitmen yang kuat untuk terus konsisten memperjuangkan bidang yang benar-benar ingin ditempuh. Meskipun sempat ragu, karena mendapati berbagai macam pilihan, Dinda berjuang keras untuk fokus meraih mimpinya menjadi akademisi ekspert di bidang hukum.
Rencana ke depan, usai menyelesaikan studinya di Belanda, ia ingin kembali ke Indonesia dan berkarir sebagai akademisi pengajar di FH UI. Tujuannya, mengabdi kepada almamaternya. "Menjadi bagian dari Fakultas Hukum terbaik di Indonesia sekaligus mengabdi kepada almamater untuk mencapai tujuan hidup saya. Serta menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar," ujar putri dari salah satu dosen di Universitas Brawijaya, Mohammad Sinal ini.
Sejauh ini, Dinda mengaku bahwa sang ayah menjadi sosok yang paling menginspirasi sehingga dapat terus berkomitmen dalam berjuang meraih pendidikan setinggi-tingginya. Ayahnya mengajarkannya bagaimana menjalani hidup dengan kerja keras, untuk mewujudkan mimpinya.

"Yang paling menjadi inspirasi adalah papa. Selain sebagai seorang dosen, papa adalah sosok yang mengajarkan untuk tidak pernah berhenti bekerja keras serta teguh pada pendirian," ujarnya.
Selebihnya, Dinda menyebut bahwa sang kakak, Dambariza Hudaifatur Rosyidi yang selalu mengajarkan untuk tidak pernah menyerah. Serta sang ibu Siti Rosida yang merupakan dosen Polinema, selalu mengajarkan bertindak dengan tenang dan berhati-hati. "Intinya, selama 22 tahun hidup dan melalui berbagai kisah dengan keluarga, papa, mama dan mas Damba selalu menjadi inspirasi bagi saya," tutupnya. (asa/udi)



Jumat, 18 Okt 2019

Sebanyak 23 PT di Jatim Merger

Loading...