MALANG POST - Angka Kemiskinan di Kabupaten Malang Akibat Dampak Pandemi Corona, Bappeda Pesimis Naik, Bupati Optimis Turun

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Angka Kemiskinan di Kabupaten Malang Akibat Dampak Pandemi Corona, Bappeda Pesimis Naik, Bupati Optimis Turun

Selasa, 21 Apr 2020, Dibaca : 2019 Kali

MALANG – Roda pertumbuhan ekonomi terus merosot akibat dampak pandemi virus Corona. Hal ini memicu prevalensi kemiskinan di Kabupaten Malang meningkat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Tomie Herawanto memprediksi peningkatan angka kemingkinan kembali pada dua digit di depan koma.
“Akhir 2019 lalu, prevalensi kemiskinan di Kabupaten Malang pada angka 9,47 persen. Kalau kondisinya masih terus seperti ini, angka kemiskinan akan naik,” ungkapnya.


Dikatakannya, Bappeda memang belum menemukan rumus paten terkait dampak pertumbuhan ekonomi terhadap angka kemiskinan. Namun berdasarkan data dan fakta yang terjadi saat ini, ketika roda pertumbuhan ekonomi menurun, maka angka kemiskinan akan naik.
Sekalipun untuk mengantisipasi naiknya angka kemiskinan tersebut, pemerintah telah melakukan beberapa program bantuan seperti sembako, bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan non tunai (BPNT), maupun program keluarga harapan (PKH), namun tidak cukup membuat beban masyarakat berkurang.
“Karena sebelum ada Covid-19 masyarakat yang mendapat bantuan masih berpenghasilan, meskipun nilainya di bawah standart. Tapi dalam kondisi seperti ini, mereka tidak lagi berpenghasilan seperti sebelumnya. Inilah yang akhirnya membuat angka kemiskinan naik,” jelas Tomie.


Jumlah penduduk yang mendapat bantuan sembako, sebelumnya terdata 70 ribu orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah. “Bukan pesimistis, tetapi dengan realita di lapangan sekarang, niscaya angka kemiskinan bisa menurun,” ujarnya.


Sementara, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi justru berpendapat lain. Dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kabupaten Malang, Selasa (21/4) ia optimis bahwa prevalensi kemiskinan akan menurun. Melalyi beberapa program bantuan sosial serta subsidi pelayanan dasar, menargetkan bahwa angka kemiskinan turun satu digit.
“Sekarang ini masih pada angka 9 persen. Saya optomis sampai akhir tahun nanti turun satu digit menjadi 8 persen,” tegas Sanusi.


Optimisme politisi PDI Perjuangan ini bukan sekadar omong kosong. Karena untuk menekan angka kemiskinan di tengah wabah Covid-19, Pemerintah Kabupaten Malang telah Menyusun beberapa strategi. Selain menggelontor bantuan, Pemkab Malang diakui juga telah membebaskan retribusi air dan pasar.
“Kami juga mengkolaborasikan dengan program bantuan dari pusat dan Provinsi Jatim. Sehingga saya tetap optimis angka kemiskinan masih bisa turun,” tuturnya.


Terlebih, lanjut Sanusi, dalam waktu dekat masyarakat terdampak Covid-19 juga akan mendapat bantuan dari Kementerian Sosial. Nilainya adalah Rp 600 ribu setiap kepala keluarga.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi