MalangPost - Arema FC Gandeng Penjual Jersey

Rabu, 12 Agustus 2020

  Mengikuti :

Arema FC Gandeng Penjual Jersey

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 3345 Kali

MALANG - Arema FC berupaya menertibkan penjual bajakan jersey resmi Singo Edan Apparel (SEA) yang bertebaran di penjuru Malang Raya. Ketimbang memilih jalur hukum dengan pertimbangan hak cipta, upaya penertiban berupa ajakan kerjasama dengan Singo Edan. Arema terbuka untuk membahas kerjasama apparel tersebut dengan para penjual jersey.


Manajer Store Arema FC, Tjiptadi Purnomo mengatakan, tawaran win-win solution disajikan agar tidak ada yang dirugikan dalam hal hak cipta SEA maupun faktor bisnis para penjual jersey. Para pembajak jersey, akan digandeng menjadi reseller atau penjual terusan store resmi agar tak ada problem hak cipta.
“Saat ini, SEA kan usianya masih baru. Tujuan utamanya hanya satu, yaitu memajukan Arema dari segi bisnis merchandise,” terang Adi, sapaan akrabnya.


Langkah menggandeng para pelaku usaha tak lepas dari upaya damai yang dijalankan Arema untuk menangani praktik pembajakan jersey secara bijak. Dari tahun ke tahun, Arema memang acapkali menjadi korban pembajakan jersey dan merchandise. Sehingga, official store Arema sulit berkembang karena harga jersey yang tidak kompetitif dibandingkan jersey bajakan yang sangat murah.


Arema pernah melaksanakan kebijakan seperti ini, pada era 2009-2010 lalu. Yakni, menyediakan handtag untuk jersey bajakan, sehingga para penjual tetap bisa mendistribusikan stok baju bajakannya. Sementara, Arema masih mendapatkan pemasukan dari setiap penjualan. Kiat ini sempat sukses, sebelum akhirnya terhenti karena perubahan manajerial tahun 2011 lalu.


Sekarang, para penjual jersey, digandeng untuk menjadi reseller, agar tidak kehilangan penghasilan, tapi tetap bisa berjualan jersey dengan izin resmi klub Arema. Harapannya, sistem reseller bisa menguntungkan kedua belah pihak, mengurangi jersey bajakan di pasaran, dan meningkatkan kesadaran suporter terhadap pentingnya penjualan merchandise resmi untuk kehidupan klub.
“Kami menawari kawan-kawan tersebut untuk bergabung menjadi reseller, dengan sistem ordernya dua tipe, yaitu beli putus, dan drop order. Dua-duanya punya pertimbangan yang berbeda dari segi keuntungan,” tutupnya.


Perlu diketahui, merek SEA telah resmi terdaftar hak ciptanya, sehingga dilindungi secara hukum. Arema sejatinya bisa mengambil jalur hukum untuk menggugat secara perdata pembajak, dengan ancaman denda materiil.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira