Asiknya Belajar Bersama Mahasiswa Asing

Minggu, 20 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 261 , rosida, imam

MALANG - Ma'murjon Halimov dan Shimaa Ahmad, dua mahasiswa asing yang tengah belajar di UM menjadi tamu itimewa di TK Islam Sabilillah Malang, kemarin. Mahasiswa berkebangsaan Tajikistan dan Mesir itu terlihat asik berbincang dengan anak-anak di dalam kelas. Kehadiran native speaker ini membuat anak-anak riang bukan kepalang. Mereka pun tak canggung untuk menanyakan berbagai hal kepada dua tamu istimewa mereka hari itu.
Guru TK Islam Sabilillah, Sumarni, S.Hum mengatakan, untuk menunjang pembelajaran bahasa Inggris TK Islam Sabilillah mempunyai program We Can Speak. Mulai tahun ini, salah satu kegiatan dalam program tersebut yakni menghadirkan native speaker. Tujuannya untuk memotivasi siswa agar semakin bersemangat dalam belajar bahasa Inggris.
"Ananda menjadi terlatih berbicara bahasa Inggris dan memupuk kepercayaan diri mereka," katanya.
Dua mahasiswa asing tersebut menjadi native speaker dalam pembelajaran bahasa Inggris selama kurang lebih satu jam. Kehadiran Ma'murjon dan Shimaa menjadikan suasana belajar di TK Islam Sabilillah berbeda dari biasanya. Kalau setiap harinya siswa berlajar Bahasa Inggris dari guru mereka sendiri, kali ini bersama orang asing. Meskipun demikian, siswa TK Islam Sabilillah menunjukkan diri sebagai siswa yang hebat. Tak sedikitpun ada rasa canggung atau minder. Yang tampak pada diri mereka, berani berbicara dan tampil percaya diri.
Dengan menghadirkan native speaker siswa TK Islam Sabilillah menjadi semakin terbiasa berbicara dan mendengar bahasa Inggris. Semakin sering mendengar maka semakin terbiasa. Dengan siswa terbiasa, maka semakin meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa berbahasa Inggris.
"Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita, anak-anak usia TK sudah mendapatkan pengenalan bahasa Inggris dengan sangat baik, dan itu akan mudah saat dikembangkan di tingkat SD sampai SMA," ungkapnya.
Dalam perjumpaan dengan siswa TK Islam Sabilillah para native speaker mengemas pembelajaran dengan asik dan menyenangkan. Seperti pada umumnya di Taman Kanak-kanak, konsep belajarnya sambil bermain. Pembelajaran dimulai dengan perkenalan. Lalu ada game dengan materi part of body dan colour. Pembelajaran menggunakan media bola untuk menentukan bermacam jenis warna.
Dalam kesempatan para native speaker berhasil menciptakan situasi yang menyenangkan. Sehingga siswa tidak menyadari kalau sedang belajar bahasa Inggris. Para siswa dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok didampingi satu native speaker.  
"Ananda begitu semangat dan antusias. Mereka berani bertanya, sambil menari dan menyanyi dengan iringan gerak musik dan lagu," tutur Sumarni.
Di TK Islam Sabilillah bahasa Inggris secara intensif diajarkan pada hari jumat selama satu jam. Di samping itu dalam keseharian guru juga mengajar dengan berbahasa Inggris, minimal saat membuka dan menutup pelajaran. Dan setiap hari sabtu pagi, ada program drilling time, untuk mereview pelajaran Bahasa Inggris sehari sebelumnya.  
“Tujuannya agar anak-anak kami semain terampil bahasa inggris, dan hadirnya native semakin membuat mereka berani sehingga tidak hanya jago kandang. Tapi suatu saat juga berani go internasional,” pungkasnya. (imm/sir/oci)



Jumat, 18 Okt 2019

Sebanyak 23 PT di Jatim Merger

Loading...