MALANG POST - Backpacker ke Korea Selatan, Persiapan 6 Bulan Sebelum Berangkat

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Backpacker ke Korea Selatan, Persiapan 6 Bulan Sebelum Berangkat

Minggu, 01 Mar 2020, Dibaca : 5688 Kali

Traveler asal Malang Dewi Kartika Sari mengakui backpacker ke Korea Selatan jauh hari sebelum marak  sangat menyenangkan. Namun sebelum berangkat harus melakukan berbagai persiapan. Nah dia berbagi kiat tentang apa saja yang harus disiapkan ke Korea Selatan jika nanti virus corona sudah bisa diatasi.
Pertama yang disiapkan tiket penerbangan pulang pergi. “Saya pesan tiket promo sejak 6 bulan sebelum berangkat, biasanya dapat promo di travel fairnya Garuda. Tapi, kalau sekarang, mungkin cari promonya di aplikasi traveling seperti Traveloka untuk dapat tiket murah,” kata Dewi kepada Malang Post.


Setelah mendapatkan tiket pulang pergi, Dewi juga menyiapkan visa serta paspor. Untuk menghemat waktu dan tidak mengganggu pekerjaannya, ia menyewa jasa travel sebagai perantara urusan visa ke kedutaan.
“Memang agak mahal, tapi sangat disarankan bagi kaum pekerja yang harus fokus di tempat kerja,” tutur Dewi. Setelah itu, dia memilih penginapan yang lokasinya dekat dengan stasiun subway maupun bus. Pasalnya, transportasi yang murah dan cepat di Korea Selatan adalah subway dan bus.
Taksi tidak disarankan karena harganya yang mahal. Setelah itu, Dewi juga memesan penginapan yang bisa menyediakan fasilitas seperti kompor untuk masak sendiri agar hemat. Dia yang tak biasa makan makanan Korea, membawa bahan makanan Indonesia, seperti kecap, saos, sambal, hingga mi instan.


Wanita berjilbab itu juga mempersiapkan itinerary agar perjalanan wisata dan pilihan destinasinya tertata rapi. Meski ketika tiba di Korea ada destinasi yang tak bisa dikunjungi karena cuaca, Dewi masih bisa memindahkan tujuan ke destinasi lain, sehingga waktu wisata tak terbuang percuma. Dewi juga mengaku menukarkan uang Won secukupnya di Indonesia. Menurut dia, transaksi harian di Korea lebih banyak cashless.
“Uang tunai hanya untuk jajan kuliner street sama belanja di underground market. Di sana, transaksi dominan cashless. Saya juga bawa baju gak banyak, karena mending belanja di sana. Di Korea, jaket atau coatnya bagus, sebab udara di sini dingin meski musim semi,” sambung Dewi.
Dia juga menyewa WiFi dengan cara patungan dengan rekan-rekannya, ketimbang harus roaming internasional yang bisa menyedot biaya besar. (fin/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : Fino Yudistira