MalangPost - Bandara Hentikan Penerbangan Pesawat Komersil

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

Bandara Hentikan Penerbangan Pesawat Komersil

Jumat, 24 Apr 2020, Dibaca : 2835 Kali

MALANG – Karantina wilayah akan diberlakukan di Malang Raya. Larangan mudik yang disampaikan pemerintah akan ditindaklanjuti dengan penutupan akses transportasi publik, mulai bandara, terminal dan stasiun kereta api. Sehingga tidak ada celah bagi pemudik dari luar kota untuk masuk atau keluar dari Malang Raya.


Hari ini, Bandara Abdulrachman Saleh Malang akan menghentikan semua penerbangan domestik, baik ke Jakarta, Bali dan juga Bandung begitu juga dengan arah sebaliknya. Kepastian itu seiring dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor PM 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
“Dengan adanya aturan itu, Bandara Abdulrachman Saleh menghentikan semua  penerbangan untuk pesawat pengangkut penumpang,’’ kata Kasi Keamanan dan Pelayanan Darurat UPT PJK (Pelayanan Jasa Kebandaraudaraan) Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko kepada Malang Post.


Cahyo menjelaskan, sekalipun tidak ada penerbangan untuk angkut penumpang, Bandara Abdul Rachman Saleh tetap beroperasi. “Karena dalam surat itu tidak dikatakan tutup. Sehingga Bandara Abdulrachman Saleh tetap buka dan  memberikan pelayanan, seperti layanan cargo atau layanan untuk mendukung kegiatan penanganan Covid -19,’’ ungkapnya. Ditegaskannya, yang dihentikan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI adalah pesawat mengangkut penumpang. Sejatinya tidak ada penerbangan untuk pesawat penumpang diterapkan mulai Jumat (24/4). Namun demikian, karena surat atau Peraturan Menteri Perhubungan datangnya malam (Kamis), sehingga penerapannya baru bisa dilakukan Sabtu (25/4) hari ini.
“Kami langsung mensosialisasikan ke maskapai penerbangan. Namun ada tiga maskapai penerbangan yang mengajukan untuk tetap terbang pada Jumat, dan akan berhenti terbang sementara mulai hari Sabtu (hari ini),’’ tambahnya.
Tiga maskapai yang terbang antara lain, Citilink, Garuda dan Batik Air. Terakhir penerbangan pada Jumat (24/4), Batik Air take off pukul 13.11. “Kami memberikan dispensasi,  penerbangan ini juga kami laporkan ke pusat,’’ katanya.


Cahyo menjelaskan, dari tiga penerbangan tersebut, membawa penumpang sejumlah 409 orang. Penumpang datang sebanyak 138 orang dan penumpang berangkat 271 orang.
Sesuai jadwal penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh ada 12 kali penerbangan. Namun demikian, saat ada Covid-19 ini penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh itu hanya ada 3-5 kali penerbangan. “Menurun karena memang penumpangnya sepi,’’ ungkapnya.


Disinggung apakah ada konpensasi pada penumpang yang sudah membeli tiket? Cahyo mengatakan itu bukan menjadi kewenangannya. “Kalau itu ditanyakan ke maskapai masing-masing saja ya,’’ jelasnya.
Larangan mudik berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei mendatang, bagi kendaraan darat dan penyeberangan. Sedangkan untuk larangan operasional untuk kereta api berlaku pada 24 April hingga 15 Juni. Untuk jalur udara larangan berlaku sejak 24 April hingga 1 Juni.


Pantauan Malang Post di Terminal Arjosari Malang, Jumat (24/4) ,  bus antar kota dan antar provinsi (AKAP) sudah tidak beroperasi lagi. Sejumlah loket penjualan tiket yang ada di Terminal Arjosari pun tutup. Namun untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) masih beroperasi.
Kepala Koordinator Kesatuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari Malang Hadi Supeno mengatakan, Terminal Arjosari Malang tetap buka. Karena hanya bus AKAP saja yang tidak boleh beroperasi. Bus AKDP seperti jurusan Malang – Surabaya dan Malang-Blitar sementara waktu masih beroperasi. Selain itu, angkutan dalam kota tetap beroperasi pada pukul 06.00-18.00 WIB.
"Terminal Arjosari Malang tetap beroperasi karena merupakan terminal tipe A yang notabenenya ada angkutan umum di dalamnya,” terang Hadi.


Dikatakannya, walaupun ada larangan mudik, tetap saja penumpang bus di Terminal Arjosari sepi. Karena mereka sendiri sadar akam bahayanya virus corona ini. Namun ada beberapa saja yang tetap menggunakan armada bus ini karena sudah langganan.
Untuk itu, Hadi meminta seluruh anggota masyarakat agar dapat mempersiapkan diri dan mematuhi peraturan  ini. Semua unsur yang terkait akan turun ke lapangan untuk memastikan penerapan peraturan ini.
“Kami mohon kepada masyarakat, tujuan utama peraturan ini adalah untuk keselamatan kita bersama, dengan mencegah penyebaran Covid-19 ini di Indonesia. Untuk itu, mari kita bersama-sama menegakkan aturan ini dengan tidak mudik dan tidak berpergian di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.


Sementara itu, Perusahaan Otobus PO Medali Mas, Inul Iksan mengungkapkan, per 24 April 2020 armada bus Medali Mas AKAP sudah tidak beroperasi, seperti jurusan Jakarta dan kota lainnya, termasuk kota yang sudah diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Mau bagaimana lagi ini adalah kebijakan pemerintah jadi kami harus patuh. Dibilang rugi pasti. Maka saya berharap ada kompensasi dari pemerintah kepada PO Bus karena sopir kernet dan lainnya mau makan apa mereka bila bus tidak beroperasi,” kata Iksan ketika di konfirmasi Malang Post.


Di Stasiun Kereta Api (KA) Kota Baru Malang juga menghentikan operasional kereta jarak jauh. Wakil Kepala Stasiun Kota Baru (Malang) M. Nur Gozuli ketika ditemui Malang Post mengatakan, penerapan pelarangan mudik bagi penumpang sudah diterapkan sejak adanya Covid-19 di Malang Raya dan masuk zona merah.
“Sebelumnya ketika Wilayah Malang Raya memasuki zona merah adanya penyebaran Covid-19, kami dari pihak stasiun Kota Baru juga sudah melakukan pembatalan keberangkatan KA kebeberapa kota. Tapi sekarang ketika ada aturan yang baru, maka kami akan lebih memperketat semua loket penjualan tiket demi membatasi penumpang yan g mudik,” ungkapnya.


Lebih lanjut Gozuli menambahkan,Semua kereta api yang beroperasi akan dibatalkan sebagai upaya membatasi pemudik yang ingin keluar kota. Tapi kata dia, sekarang KA yang beroperasi haya KA cargo yang bisa bisa masuk sebagai angkutan yang mengantar barang dari luar kota.

“Kami hanya mengizinkan KA Cargo aja yang beroperasi. Karena kita takutkan adanya pengiriman bahan makanan dari luar kota yang masuk untuk wilayah Malang Raya. Jadi tetap beroperasi, tapi tetap mengikuti protap kesehatan satgas Covid-19,” tambahnya


Data penumpang KA yang biasanya mencapai 10 ribu orang per hari selama musim Covid-19 menurutnya, mengalami penurunan penumpang hingga hanya mencapai 600 orang saja per hari.
“Sekarang kami fokus pada sosialisasi kepada semu calon penumpang KA yang ingin mudik untuk menaati Peraturan Menteri Perhubungan  Nomor 25 tahun 2020,” terangnya. (ira/mp4/mg2/aim)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi