MalangPost - Batuk, Pilek, Sesak Napas Segeralah ke Dokter

Rabu, 12 Agustus 2020

  Mengikuti :

Batuk, Pilek, Sesak Napas Segeralah ke Dokter

Sabtu, 21 Mar 2020, Dibaca : 9807 Kali

HINGGA kini kasus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Malang belum diketahui asal muasalnya secara pasti. Publik hanya tahu ada dua orang positif corona dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Satu di antaranya meninggal dunia beberapa hari lalu.  Lantas bagaimana menghadapi virus corona?  


Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengajak masyarakat peduli kondisi kesehatan diri sendiri. “Apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segeralah memeriksakan diri ke puskesmas atau langsung rumah sakit,” imbaunya.


Husnul menjelaskan, gejala utama terpapar virus corona yakni gangguan pernapasan. Namun perlu diwaspadai juga orang yang memiliki memiliki riwayat mendatangi daerah yang terjangkit corona. Atau pernah melakukan kontak dengan pasien yang terjangkit corona.
"Jika tidak pernah berhubungan dengan itu, maka tidak harus panik. Karena sistem keamanan di seluruh pusat transportasi saat ini juga sudah diperketat," imbuhnya.


Lebuh jauh Husnul menyampaikan, penularan secara lokal yang saat ini memang perlu diwaspadai. Penularan tersebut dapat terjadi melalui bersin atau batuk yang mengeluarkan lendir. Terutama ketika lendir  jatuh pada objek tertentu seperti kursi, meja atau objek lainnya.
Itulah mengapa sangat disarankan masyarakat untuk aktif mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Selain itu, untuk mencegah penularan agar masyarakat yang sakit mengenakan masker.
"Tapi jika tidak sakit disarankan untuk tidak mengenakan masker. Masker hanya diperuntukkan bagi yang sakit saja. Pencegahan paling utama adalah pada diri sendiri,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua Tim Penyakit Infeksi Re-Emerging RSSA dr Didi Candradikusuma menjelaskan satu pasien postif Covid-19 yang meninggal tidak memiliki hubungan kontak langsung dengan pasien postif yang saat ini masih menjalani perawatan di RSSA.
Perlu diketahui pasien terpapar Covid-19 yang meninggal dunia wanita berusia 51 tahun dengan sebutan Pasien 8. Wanita tersebut diduga terjangkit virus dari rekannya. Diketahui pula wanita ini sempat mengikuti perjalanan ke luar daerah mengikuti kegiatan seminar yang menghadirkan peserta orang asing. Dijelaskan Didi, saat dibawa ke RSSA, Kamis (12/3), kondisinya sudah tak bagus secara medis lantaran juga mengidap penyakit komorbid DM (Diabetes Melitus) dan jantung.  


Sedangkan pasien postif lainnya seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang disebut Pasien 7. Ia diketahui jatuh dan tumbang kondisinya saat berada di kampusnya, Jumat (13/3) kemudian masuk RSSA pada Senin (16/3).
Untuk Pasien 7, kondisinya kian membaik. Didi mengungkapkan kondisi pasien ini sudah membaik karena tidak lagi menggunakan selang bantuan pernapasan.
Meski begitu sempat diketahui sebelumnya bahwa ayah mahasiswa UB yang positif Covid-19 telah meninggal dunia belum lama ini.


 Hingga kini penanganan penyebaran terlihat dikonsenkan di wilayah kampus UB. Mengingat satu pasien positif berasal dari kampus tersebut.
Sementara data terakhir yang didapat Malang Post melalui Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto, jumlah angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Malang sejumlah 78 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak delapan orang. Pasien positif Covid-19 sejumlah dua orang, satu di antaranya meninggal dunia yang disebut Pasien 8. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina