Bekali Anak Yatim Keahlian Berkebun dan Menjahit

Minggu, 20 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 336 , udi, imam

MALANG - Kemandirian harus dilakukan mulai sejak dini. Sikap mandiri tidak bisa dibentuk dengan serta merta dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan proses sehingga kemandirian benar-benar tertanam kuat dalam diri seseorang.
Terlebih untuk anak-anak yang tanpa pengasuhan orang tua sejak kecil. Misalnya anak-anak yatim. Dalam hal ini lembaga sosial yang menaungi anak yatim seperti panti asuhan diharapkan memiliki inisiatif memberikan pendampingan dan pelatihan pada santri atau anak yatim agar mereka kreatif dan terampil.
Seperti itulah yang dilakukan Pesantren dan Panti Asuhan KH. Mas Mansyur, Jl. Raya Sulfat Kota Malang, yang patut dicontoh oleh yang lain. Anak-anak yatim di panti diajarkan untuk berkebun dan bercocok tanam sayuran. Seperti kangkung dan sawi.
Ketrampilan ini telah dimulai dalam satu tahun terakhir, dan sudah dua kali panen. Tentu ini sangat menggembirakan sebagai potensi dan kreatifitas anak yang patut dikebangkan.
Pengasuh Panti Asuhan KH. Mas Mansyur, Retno Handayani mengatakan, anak-anak yatim yang diasuhnya selain diberikan bekal ilmu agama juga diberikan pelatihan untuk mengasah potensi mereka. Salah satunya latihan bercocok tanam sayuran sebagai tanaman organik.
“Tujuan kami ingin membekali mereka dengan keterampilan. Karena kami sangat memahami mereka tidak akan selamanya ada disini. Ada saatnya mereka kembali ke tengah masyarakat, sehingga harus mempunyai keterampilan,” terangnya.
Retno menjelaskan, latihan berkembun baru dimulai sekitar satu tahun yang lalu. Ada beberapa jenis sayuran yang ditanam. Seperti kangkung dan sawi daging. Hasilnya pun tidak mengecewakan.
Selama dua kali memasuki masa panen, sayuran yang meraka tanam tumbuh subur. “Alhamdulillah anak-anak berhasil menanam sayuran. Hasilnya mereka jual dan keuntungannya untuk anak-anak sendiri,” tuturnya.
Ternyata, Panti Asuhan KH. Mas Mansyur tidak hanya memberikan pelatihan bercocok tanam. Anak-anak yatim di panti ini juga diajarkan keterampilan menjahit dan membuat kue. Keterampilan ini sudah lama diberikan sejak beberapa tahun yang lalu. Hingga kini, terus berjalan dengan baik, dengan karya-karya yang mengagumkan. Seperti baju pesta untuk anak kecil dan baju gamis. Hasilnya tidak kalah dengan karya di luaran.
Bahkan untuk pelatihan kue telah memberikan penghasilan yang besar. Apalagi menjelasng Lebaran, permintaan konsumen semakin tinggi. Omzet penjualan kue bisa sampai 17 juta rupiah. “Bagi anak-anak ini sebagai pelajaran, bahwa kalau sebuah usaha dijalankan dengan serius maka akan menghasilkan,” tukasnya.
Kegiatan menjahit dan membuat keu biasanya dilakukan saat hari libur sekolah. Sehingga para santri mengisi waktu libur mereka untuk mengasah bakat dan keterampilannya.
Santri putri Panti Asuhan KH. Mas Mansyur ada sebanyak 27 anak. Sedangkan putra sejumlah 23 anak. Setiap harinya mereka juga disibukkan dengan kegiatan ibadah dan keagamaan. Seperti mengaji Alquran dan kajian kitab untuk memperdalam pengetahuan agama mereka. “Kitab yang kami ajarkan pada anak-anak seperti kitab fikih dan akhlah. Kitab-kitab yang isinya sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka sehari-hari,” pungkasnya. (imm/udi)



Loading...