Belajar Happy Berkat Mister Toni

Minggu, 20 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 228 , rosida, imam

MALANG - Rabu (11/9) lalu, siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 9 Malang belajar bersama guru baru. Namanya, Toni Bijoa atau dipanggil Mister Toni. Ia seorang berkebangsaan Spanyol asal Kota Barcelona, yang mampir ke SD Muhammadiyah 9 untuk menyapa dan mengenal siswa-siswi SD Muhammadiyah 9.
Tentu saja ini menjadi kejutan tersendiri. Meskipun di sekolah ini sering kedatangan orang luar negeri, baik untuk sekadar berkunjung atau menjadi native speaker, namun kehadiran Bule menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Mister Toni mengajak siswa kelas 4 belajar bersama. Ia mengajak siswa mencari nama benda dalam bahasa Inggris yang diawali dengan alphabet.
Para siswa begitu antusias dengan aksi cara mengajar Toni. Mereka saling berebut menjawab setiap pertanyaan, sehingga suasana kelas menjadi semakin seru.
Sebelum ke pembelajaran, Toni sempat memperkenalkan diri lebih dulu. Termasuk memperkenalkan kota kelahirannya, Catalunya. Ia juga mengajak siswa bermain game yaitu guess the letters. Toni memberikan sebuah gambar lengkap dengan clue-nya. Masing-masing siswa menebak satu huruf yang mereka tau dalam bahasa Inggris. Dan di akhir permainan, Toni membagi-bagikan hadiah berupa permen asli Barcelona. "Saya bawa permen ini dari Barcelona untuk kalian," ucapnya dengan Bahasa Inggris.
Sebelumnya, SD Muhammadiyah 9 juga kedatangan Mrs. Chantal, relawan dari Belanda. Ia merupakan relawan yang bergerak di bidang sosial yang sedang bertugas di Indonesia.
Sama seperti Toni Bijoa, Miss Chantal juga mengajak siswa belajar Bahasa Inggris.
"Saya suka dengan motto sekolah ini, Every Child is Specialized," ujarnya saat itu.
Guru Bahasa Inggris, SD Muhammadiyah 9 Malang, Anisa Kurniadhani mengatakan, kedatangan orang asing yang membawa misi ingin memajukan pendidikan sebagai bentuk kerjasama yang baik, sangat bermanfaat bagi perkembangan siswa, terutama terhadap pemahaman bahasa Inggris.
Terkait dengan belajar Bahasa Asing, sesekali perlu siswa mendengarkan langsung dari orang luar negeri. Tujuannya agar siswa semakin mengerti dan terbiasa mendengar bahasa Inggris.
"Jadi tidak hanya mendengar dari guru, anak-anak juga perlu mendengarkan langsung penuturan dari orang luar negeri," katanya, kepada Malang Post. (imm/oci)



Jumat, 18 Okt 2019

Sebanyak 23 PT di Jatim Merger

Loading...