MALANG POST - Belinda Tsana Dewi, Belajar dari Kegagalan

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Belinda Tsana Dewi, Belajar dari Kegagalan

Senin, 16 Mar 2020, Dibaca : 1236 Kali

AJANG pencarian bakat menjadi pilihan bagi banyak perempuan untuk menggali potensi diri. Salah satunya dilakukan Belinda Tsana Dewi. Ia berkali-kali mengikuti ajang kecantikan untuk menggali potensi diri dan mengasah kemampuannya.
"Sebenarnya dari SMA aku suka melihat ajang pencarian bakat. Tapi pada waktu itu belum percaya diri karena ternyata banyak teman-teman lain yang lebih cantik dari  aku," ujar Belinda kepada Malang Post mengawali ceritanya.


Namun ia berusaha meyakinkan dirinya. Perempuan kelahiran Jakarta 3 Oktober 1998 ini  mengikuti lomba fashion show. Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) ini pun sempat merasakan  gagal di ajang pertamanya. Tak ingin putus asa, akhirnya ia belajar otodidak di Youtube mengenai catwalk.
"Begitu juga beberapa lomba fashion show pada waktu itu aku ikutin. Tapi masih gagal, sampe akhirnya pas jenjang kuliah aku coba keluar dari zona nyaman dengan terus ngikutin lomba fashion show ke perlombaan peagent," bebernya.


Dari berbagai kegagalan, Belinda tak putus asa. Ia  banyak belajar tentang public speaking dan juga make up. "Cara aku belajar public speaking itu dengan ngomong terus di kaca dan cerita tentang apapun. Kemudian aku juga ngasah public speaking dengan ngobrol ke orang, cerita ke mereka,” kata dia.
Setelah belajar berbagai hal, mulailah Belinda memberanikan diri terus mengikuti ajang kecantikan yang berikutnya. Walaupun diakuinya kegagalan kembali bersahabat dengannya. Tapi ia tetep berusaha untuk belajar dan menggali potensi.
"Sampai akhirnya berhasil masuk ke dalam beberapa paguyuban dari ajang tersebut. Semua proses itu yang menjadi pengalaman berharga saya untuk tetap belajar dan tidak pantang menyerah," imbuhnya.


Belinda mengungkapkan, ada banyak tantangan di ajang yang ia ikuti. Pastinya semua yang harus dilalui tidaklah mudah. Karena setiap ajang membawa out put yang berbeda-beda. Jadi seorang harus mengenali jenis perlombaan itu dulu.
Ia mencotohkan untuk ajang yang membahas mengenai budaya Jatim, seorang berarti harus belajar tentang budaya yang ada di Jatim dan lain sebagainya. "Intinya sih wawasan pengetahuan harus bisa kita perluas. Karena ajang kecantikan itu sekarang bukan dilihat hanya dari penampilannya saja tetapi juga kecerdasan dan attitude," imbuhnya


Sementara manfaat yang ia dapat dari mengikuti berbagai ajang tersebut lebih ke memperluas wawasan.  Kini Belinda tengah sibuk menyelesaikan skripsi. Serta masih mengemban amanah di Puteri Kebudayaan DKI Jakarta dan merencanakan untuk ikut Duta Bahasa DKI Jakarta.
Untuk beberapa prestasi yang diraihnya  adalah Miss Batik Indonesia Malang Raya 2018, Mr & Ms Youth Asia Malang 2018, dan Putri Kebudayaan DKI Jakarta 3 tahun 2019. Serta banyak ajang lainnya. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto