Bentuk Tim Buru Komplotan Begal Grandong

Rabu, 16 Oktober 2019

Kamis, 12 Sep 2019, dibaca : 474 , halim, agung

MALANG - Polisi terus mengembangkan kasus begal komplotan Misnan alias Grandong, 35, yang tewas ditusuk oleh korbannya. Selain memburu satu pelaku yang buron, polisi juga mencari korban lain. Terbaru, Rabu (11/9) ada tambahan dua laporan korban begal yang masuk ke Polres Malang.
"Sebelumnya sudah ada empat LP (laporan polisi). Hari ini (Rabu, red) korban begal bertambah dua yang melapor. Salah satunya adalah ZA (pelaku penusukan Misnan, red), juga membuat laporan," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda.
Adrian meyakini bahwa warga yang menjadi korban begal komplotan Misnan alias Grandong ini cukup banyak. Pasalnya dalam melakukan aksi begal, Grandong Cs ini sudah cukup lama. "Modus operandi dari kelompok begal ini, selalu stand by di lokasi saat waktu sudah mulai gelap. Ketika ada remaja yang berpacaran, langsung dihampiri dan semua barangnya dirampas," tuturnya.
Sementara, untuk satu pelaku yang masih buron, hingga Rabu (11/9) masih dalam pengejaran. Polres Malang, telah membentuk tim khusus untuk mengejar satu pelaku yang buron. "Identitasnya sudah kami kantongi, tinggal menyelidiki keberadaannya. Tim yang dibentuk, sudah bergerak di lapangan untuk memburunya," tegasnya.
Sebelumnya Polres Malang berhasil mengungkap komplotan begal, yang beraksi di sekitar lahan tebu Dusun Penjalinan Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi. Dari empat pelakunya, tiga berhasil diungkap. Salah satunya adalah Misnan alias Grandong, yang tewas ditusuk oleh korbannya ketika beraksi.
Sementara dua pelaku lainnya adalah kakak-beradik warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi. Yakni Rozikin serta adiknya Ahmad. Komplotan begal ini terungkap, setelah adanya laporan penemuan mayat di lahan tebu, pada Senin (9/9). Setelah diselidiki, Misnan alias Grandong ini, tewas karena ditusuk oleh korban pembegalan.(agp/lim)



Rabu, 16 Okt 2019

PSM Partai Neraka Arema

Loading...