Bertahan di Tengah Masa Sulit Pandemi Covid-19

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Bertahan di Tengah Masa Sulit Pandemi Covid-19

Rabu, 22 Apr 2020, Dibaca : 4044 Kali

PANDEMI virus Corona tak hanya mengancam kesehatan. Tapi  juga menghantam dunia usaha dan perekonomian di semua sektor. Ikhlas menghadapi kenyataan dan tetap melakukan kebaikan menjadi cara bertahan di masa sulit ini. Itulah pilihan Drs. Agoeng Soedartanto Noor atau yang dikenal Agoeng Soedir Poetra.
 

AWALNYA Agoeng Soedir Poetra sudah menyusun rapi semua jadwal fashion show dan berbagai kegiatan berkaitan dunia model. Mulai akhir Maret, April hingga Mei. Tapi kini semua tertunda, entah sampai kapan. Apalagi fashion show berkaitan dengan dunia seni yang mendatangkan penonton atau massa. Sementara di sisi lain, protokol kesehatan melarang adanya kumpulan massa.  
"Siapa sih yang mau ada Corona ini, saya rasa semua perusahaan terdampak. Ada yang merumahkan karyawan, bekerja dari rumah dan lain sebagainya. Banyak perusahaan mengalami krisis," kata Panda, sapaan akrab Agoeng Soedir Poetra.


Direktur Color Models Inc ini mengungkapkan seharusnya di bulan Maret lalu ada empat pekerjaan, enam kegiatan di bulan April dan tiga pada Mei mendatang. Semuanya berkaitan dengan fashion show.
Namun semuanya batal, otomatis sumber pendapatannya terhenti sementara. Padahal  ada karyawan yang tetap harus diperhatikan. Dalam kondisi sulit ini,  ia memilih tetap mempekerjakan karyawannya. Namun tetap memberi pilihan kepada mereka apabila ingin libur terlebih dahulu selama masa pandemi Covid-19. Ada tiga karyawan yang harus digaji dan satu tanggungan.
Ia lalu merefleksi dan berusaha tetap tegar walau situasi sulit. “Saya berkarir 30 tahun dan mendapatkan rejeki serta karir yang luar biasa. Selama bekerja jika untung saya diam kalau kondisi seperti ini rugi saya berteriak itu rasanya tidak bisa," kata kelahiran Jember 27 Oktober 1966 ini.


Menurut Panda, tidak bijak bila mengeluh dengan kesulitan di masa pandemi ini. Ia memilih membuat persiapan selama tiga bulan kedepan, terutama dalam hal menggaji karyawannya.
Pilihannya membongkar tabungan untuk gaji karyawan dan tanggungannya. Gaji yang diberikan sesuai pekerjaannya tanpa bonus lantaran tidak ada show selama Covid-19.
"Di kondisi seperti ini saya memilih untuk menyelamatkan karyawan dengan cara bongkar tabungan. Ya tidak apa-apa, setiap perusahaan memiliki masalah yang berbeda," ungkapnya.
Ia masih menatap Juli mendatang lantaran ada sejumlah acara yang digelar. Meski optimis Covid-19 telah berlalu di bulan tersebut, namun Panda tetap mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan terburuk. Paling tidak selama lima bulan kedepan.


Selama lima bulan mendatang apabila dalam satu bulan ia harus mengeluarkan anggaran untuk gaji karyawan dan kebutuhan harian sebesar Rp 15 juta,  maka dalam waktu lima bulan pula ia mengeluarkan anggaran Rp 75 juta. Meski terbilang bukan jumlah yang sedikit namun ia ikhlas. Selain itu akan mencari solusi lain apabila penyebaran Covid-19 masih lebih panjang dari waktu yang dipersiapkan tersebut.
"Dalam kondisi seperti ini harus ikhlas. Saya mikirnya selama 30 tahun berkarir semua sudah saya dapatkan, saya bisa beli ini itu.  Masa ketika diuji tiga bulan saja sama Sang Pencipta kok tidak ikhlas," bebernya saat ditemui Malang Post, Selasa (21/4) di Color Models Inc.


Meski semua pekerjaannya di Surabaya Fashion Parade, Gathering Notaris Indonesia dengan peserta 2.000 orang, menjadi juri di Surabaya, mengisi pelatihan personaliti dan lain sebagainya di cancel namun ia berusaha tetap produktif.
Bahkan Panda meminta kepada karyawannya untuk menyiapkan segala sesuatunya. "Saya minta kepada music director untuk menyiapkan lagu busana muslim, gaun malam, musik opening, dramatikal dan lainnya. Sehingga begitu ada pekerjaan siap tanpa repot mencari lagi, mumpung sekarang banyak waktu luang," terang pria berambut panjang ini.


Panda bahkan tengah menyiapkan buku keduanya tentang modelling school. Buku tersebut diluncurkan dalam rangka menyambut 30 tahun Color Models Inc berdiri.
Ditanya bagaimana kerugian semua kegiatan ditunda, ia tidak mengisahkan secara detail. Namun apabila ada yang dibatalkan dan sudah terlanjur memberikan uang muka kepadanya, Panda memilih untuk mengembalikannya.
"Karena pandemi Covid-19 ini keadaan yang semua orang tidak inginkan. Kalau ditunda kan beda lagi, tapi saya berharap Covid-19 segera berlalu dan kita semua dapat menjalani pekerjaan masing-masing seperti semula," pungkasnya. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani