BIMBINGAN KONSELING DALAM MASA PHYSICAL DISTANCING

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


BIMBINGAN KONSELING DALAM MASA PHYSICAL DISTANCING

Rabu, 08 Apr 2020, Dibaca : 11796 Kali

Sesuai Instruksi Pemerintah, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dimbau agar seluruh warga negara Indonesia melaksanakan seluruh kegiatannya mulai dari bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Diharapkan agar semuanya tidak panik, tetap waspada dan produktif dalam menjalankannya. Cara penekanan pada laju penyebaran Covid-19 dengan social distancing yang kemudian diganti dengan physical distancing. Penulis sendiri lebih setuju dengan physical distancing karena hubungan fisik saja yang dijaga jaraknya, sedangkan hubungan sosial tetap kita dekat melalui media sosial terutama kita masih bisa saling menyapa, berkomunikasi, berdiskusi dengan orang lain. Dampak dari imbauan tersebut adalah pada  belajar mengajar siswa di sekolah yang harus dilaksanakan di rumah.
Merespon hal tersebut kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayanan Kota Malang dalam menindaklanjuti edaran wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), maka kegiatan pembelajaran siswa diarahkan dalam bentuk pembelajaran secara  daring atau online di rumah. Kegiatan pembelajaran secara daring ini pada dasarya sangat beragam, antara lain dapat dilaksanakan melalui google clashroom, zoom, tv edukasi,  belajar interaktif di portal rumah belajar, ruang guru dan aplikasi belajar online lainnya yang telah direkomendasi oleh Kemdikbud  maupun melalui media sosial seperti whatsapp.
Fenomena ini menjadi benar-benar menjadi tantangan baru, baik bagi guru, siswa maupun orangtua. Dari segi guru dituntut untuk bagaimana menerapkan strategi pembelajaran dengan mengoptimalkan aplikasi belajar online tersebut, sedangkan dari segi siswa dituntut bagaimana agar bisa beradaptasi dengan pembelajaran sistem daring yang benar-benar baru bagi mereka. Sedangkan dari segi orangtua adalah bagaimana agar orangtua sanggup memfasilitasi sarana prasarana dalam pembelajaran daring di rumah dan menciptakan iklim di rumah yang mendukung belajar anak.
Dalam pembelajaran daring, siswa harus memiliki tanggungjawab personal dalam belajar, dapat mengontrol sikapya dalam belajar, menyesaikan tugas-tugas melalui daring dan mengoptimalkan gadget yag dimiliki  sebagai sumber belajar. Hal inilah yang disebut sebagai self regulated learning. Self Regulated Learning dapat diartikan sebagai dorongan bagi individu untuk mengelola pembelajarannya sendiri, bagaimana ia dapat memenajemen waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu.  Namun tidak semua siswa memiliki self regulated learning yang baik. Beberapa diantaranya mengalami hambatan dalam pembelajaran daring. Beberapa diantaranya lagi mengalami kebosanan tinggal di rumah. Disinilah peran Bimbingan Konseling (BK) dalam membantu mengatasi permasalahan-permasalahan siswa selama pembelajaran daring.
Lalu bagaimana peranan Guru BK dalam pembelajaran daring? Hal ini tentu saja berbeda dengan peranan guru mata pelajaran. BK tidak memberikan materi-materi ataupun tugas-tugas yang malah memberatkan siswa. BK menyajikan layanan dalam pembelajaran daring melalui format yang bermakna bagi siswa. Layanan BK yang bermakna tidak terfokus pada capaian akademik atau kognitif tapi bagaimana membantu siswa untuk mencapai capaian akademik dengan optimal, mengatasi hambatan belajar,  pengembangan karakter baik di rumah dan bagaimana membantu siswa dalam pengembangan “life skill” atau keterampilan hidup sehari-hari.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran daring, antara lain sarana daring yang tidak memadai, beberapa siswa tugasnya  tidak selesai tepat waktu, merasa bosan di rumah, tekanan untuk segera menyelesaikan tugas, problema di rumah dengan orangtua dan saudara dll. Dalam penerapannya di SMP Negeri 6 Malang, tempat penulis mengabdi, peranan Guru BK dalam membantu siswa mengatasi masalah tersebut adalah memberikan pendampingan dan  memotivasi siswa adalah melalui konseling di media sosial. Tindakan Konseling yang seharusnya dilaksanakan secara face to face (tatap muka), selama masa physical distancing ini dapat diganti melalui media sosial seperti zoom ataupun whatsapp tanpa mengurang esensi penting dari layanan konseling yaitu kerahasiaan. Kerahasiaan merupakan salah satu kode etik yang wajib dipegang teguh Guru BK dalam memberikan layanan konseling. Karena itulah kerahasiaan dan kenyamanan siswa dalam konseling online wajib dijaga dan siswa tidak perlu takut atau ragu untuk dibantu masalahnya melalui layanan online.
Sesuai kebijakan sekolah dalam pembelajaran daring, Guru BK mendapat porsi dalam pelaksanaan layanan BK secara daring yaitu setara 1 jam pelajaran di jadwalnya. Hal ini tentu dimanfaatkan dengan baik oleh Guru BK diisi dengan pengembangan karakter baik di rumah. Guru BK sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter di sekolah penting peranannya dalam membentuk karakter siswa. Dalam hal ini tentu saja bekerja sama dengan orangtua dalam menumbuhkan karakter baik anak di rumah. Antara lain karakter religius misalnya anak beribadah atau mengaji bagi yang muslim. Karakter mandiri misalnya anak mengerjakan tugasnya sendiri secara mandiri, mencuci bajunya sendiri. Karakter gotong royong misalnya anak membantu orangtuanya memasak atau membersihkan rumah bersama dengan anggota keluarga lain. Dan banyak contoh lainnya. Guru BK memberikan semacam angket melaui googleform dan anak-anak mengupload kegiatannya tersebut dalam bentuk narasi dan foto sebagai laporan. Sederhana, simple, tapi mengena sasaran, pembentukan karakter.
Dalam pengembangan “life skill” misalnya atau ketrampilan hidup sehari-hari, Guru BK menjadikan aktifitas memahami kejadian aktual di masyarakat seperti pendemi covid-19 ini sebagai materi layanan BK. Mulai dari penjelasan tentang virusnya dan langkah-langkah pencegahannya, seperti cara mencuci tangan yang baik, mempraktikkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Dan semuanya diupload dalam format sederhana dan tidak membebani siswa melalui googleform.
Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Sadar atau tidak dengan adanya pendemi corona siswa mendapatkan sesuatu yang berharga untuk dirinya yaitu belajar mandiri (self regulated learning) yang merupakan salah satu ketrampilan atau kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa menghadapi abad 21. Terbukti, melalui pembelajaran daring sudah banyak siswa yang memilikinya. Siswa yang memiliki self regulated learning yang kokoh akan dapat menyelesaikan pembelajaran daringnya dengan baik, sesuai dengan peranan fundamental pendidikan  yaitu mewujudkan kemandirian dalam menghadapi tantangan global masa depan.
Sadar atau tidak dengan adanya pendemi corona, dunia pendidikan merasakan dan menjalankan strategi baru dalam pembelajaran, disinilah hakikat Merdeka Belajar yang belum lama ini menjadi program Mebdikbud yang baru, telah kita laksanakan, yaitu membentuk pembelajar mandiri yang bertanggung jawab. Peran BK dalam Merdeka Belajar telah terlaksana dengan mendampingi, memotivasi dan melatih siswa agar dapat belajar mandiri. Semoga bisa menjadi inspirasi. Bagi Guru BK kalau peranan kita sangat besar dalam pembelajaran daring ini. (*)

Sedyawati, S.Pd
Penulis adalah Guru BK SMPN 6 Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Opini