MalangPost - BMKG Warning Tidak Beraktivitas di Pesisir Pantai

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


BMKG Warning Tidak Beraktivitas di Pesisir Pantai

Kamis, 28 Mei 2020, Dibaca : 1389 Kali

MALANG – Cuaca ekstrem menyelimuti wilayah Malang Raya. Tidak hanya hujan deras dan angin kencang, pancaroba juga berdampak tingginya gelombang air laut. Data BMKG Karangkates mencata tinggi golombang air laut di pantai selatan 5-6 meter. Karenanya BMKG mengimbau masyarakat yang ada di pesisir pantai, terutama nelayan untuk waspada.

   Baca juga : WASPADA, Gelombang Tinggi di Laut Selatan


Kepala Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang Musripan mengatakan, gelombang tinggi di pantai selatan akibat adanya palung tekanan rendah di Samudera Hindia Barat. Palung tersebut mengakibatkan angin kencang dan hujan deras.
“Tekanan rendah yang terjadi di Samudera Hindia Barat mengundang uap air. Dari uap air kemudian kemudian menjadi awan dan turun hujan seperti yang terjadi beberapa hari terakhir,’’ ungkapnya.


Selain itu tambah Musripan, palung tekanan rendah ini juga mengakibatkan gelombang laut lebih tinggi akibat angin.  “Ditambah minggu-minggu ini ada pasang surut permukaan air laut. Sehingga gelombang air laut meningkat. Peningkatan gelombang air laut ini berpotensi terjadi banjir rob,’’ urainya.
Sesuai perkiraan cuaca, palung tekanan rendah tersebut terjadi selama tiga hari, yaitu mulai tanggal 27-29 Mei. Angin kencang dan gelombang tinggi itupun dapat menimbulkan kerusakan.


Namunsejauh ini BMKG belum mendapatkan laporan terkait adanya kerusakan di wilayah Kabupaten Malang.
“Untuk prakiraan cuaca sudah kami disampaikan ke masing-masing pemerintah daerah, supaya kemudian disosialisasikan ke daerah-daerah yang berbatasan dengan pantai. Kami mengimbau nelayan atau warga yang tinggal berdekatan dengan bibir pantai untuk selalu waspada,’’ tandasnya.


Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan melalui sekretaris Bagyo Setiono, juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati. Lebih baik tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai atau laut sampai kondisi normal. Pasalnya gelombang laut yang tinggi bisa mengancam keselamatan seseorang.
“Saya pikir masyarakat sekitar pantai sudah lebih pandai dari saya. Ketika terjadi gelombang tinggi atau banjir rob bisa mengambil tindakan. Karena banjir rob tidak terjadi kali ini saja, sebelumnya sudah pernah. Kami hanya mengimbau supaya waspada dan menunda aktivitas di pesisir pantai terlebih dahulu,” papar Bagyo.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika