MalangPost - BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan 3,3 Ton Beras

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan 3,3 Ton Beras

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 1626 Kali

MALANG – Peduli masyarakat terdampak Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan beras sebanyak 3,3 ton untuk warga Kabupaten Malang yang tersebar di 33 kecamatan. Jumat (29/5) ,  bantuan diserahkan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto kepada Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM di Pendopo Kabupaten Malang.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang, Cahyaning Indriasari, mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk empati dan kepedulian terkait banyaknya pekerja yang di PHK. Sebanyak 3.469 orang ber-KTP Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu telah mengambil Jaminan Hari Tua (JHT). Bantuan sebanyak 3.3 ton beras tersebut akan digunakan untuk mengisi lumbung pangan masing-masing kecamatan sebesar 100 kilogram.
“Ini salah satu bantuan yang kami berikan melalui pemerintah daerah untuk disalurkan kepada masyarakat bertepatan dengan Pembekalan dan Pemantapan Kampung Tangguh, BPJS Ketenagakerjaan Malang ingin menjadi yang pertama mengisi lumbung pangan di masing-masing Kampung Tangguh,” ujar Naning, sapaan akrabnya.


Dijelaskannya, BPJS Ketenagakerjaan Malang juga ingin mengajak instansi lainnya untuk melakukan hal serupa untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Ke depan bantuan berupa 2 ton beras juga akan diberikan kepada masyarakat di Kota Malang dan Kota Batu.
Melalui bantuan itu dapat meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah. Terlebih di masa pandemi semua lini sedang prihatin dengan virus corona. Harapannya bantuan ini dapat membantu dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang.


Selain membantu secara langsung, BPJS Ketenagakerjaan Malang telah memberi keringanan dalam bentuk layanan Lapak Asik (Online, Manual dan Kolektif perusahaan) tanpa melakukan kontak fisik. Peserta yang ingin mengambil JHT bisa melakukan pengajuan secara online dan dana akan dibayarkan melalui transfer rekening sehingga tidak perlu ke kantor.
“Dalam waktu dekat kami juga akan memberikan discount iuran untuk perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan sebesar 90 persen untuk iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), namun sekarang PP sedang digodok,” terangnya.


Meskipun mendapat diskon iuran 90 persen namun peserta tetap mendapatkan manfaat yang sama tanpa pengurangan apapun. Diskon ini mulai berlaku pada Mei hingga Juli. BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan penundaan iuran Jaminan Pensiun (JP) sebesar 70 persen bagi perusahaan terdampak Covid-19 sehingga yang dibayarkan hanya 30 persen.
“Ini dukungan BPJS Ketenagakerjaan dalam membantu pekerja dan perusahaan selama masa pandemi,” tegas Naning.


Bantuan beras 3.3 ton yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan Malang kepada masyarakat turut mendapat apresiasi dari Bupati Malang. Sebab dalam penanganan Covid-19 diperlukan peran semua pihak tidak hanya pemerintah, para medis melainkan masyarakat luas.
Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto, menyampaikan saat ini jumlah kepesertaan aktif se-Malang Raya hingga 28 Mei 2020 sebanyak 6.926 perusahaan aktif, 161.703 tenaga kerja penerima upah aktif dan tenaga kerja bukan penerima upah sebesar 185.513.
“Sejak 1 Januari 2020 sampai 28 Mei 2020 BPJS Ketenagakerjaan Malang telah melakukan pembayaran manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan sebanyak 13.120 kasus dengan total pembayaran Rp 126.665.707.979,” papar Dodo.


Nilai tersebut secara rinci terdiri dari pembayaran JHT 9656 kasus sebesar Rp 112.231.811.245, pembayaran JKK 880 kasus senilai Rp 8.195.381.264, pembayaran JKM 117 kasus sebesar Rp 4.112.000.000 dan pembayaran JP 2.467 kasus sebesar Rp 2.116.515.470. (lin/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Linda Elpariyani