MALANG POST - Buku Ajar Epidemiologi Kesehatan Lingkungan

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Buku Ajar Epidemiologi Kesehatan Lingkungan

Sabtu, 28 Mar 2020, Dibaca : 4371 Kali

WUHAN Jiayou! Sebuah teriakan menyemangati satu sama lain menggema dalam beberapa hari ini, manakala serangan Corona kian mengganas telah menewaskan lebih dari ratusan orang di Wuhan, Tiongkok. Hanya perlu beberapa hari, sebagai bukti kuasa Allah Swt, spirit ini memang dirasa perlu ketika isolasi makro dilakukan.


Jika menilik konten dalam buku yang satu ini, apa yang terjadi di Wuhan adalah gambaran situasi perpaduan pandemi dengan epidemi. Pandemi (dari kata latin pan: semua dan demos: rakyat) serta epidemi (dari kata epos: pada dan demos: rakyat) dibedakan masing-masing dari skala global serta skala di bawah global dan di atas lingkungan kecil.
Apabila skala lingkungan kecil, maka disebut outbreak alias serangan penyakit. Ketiganya, yakni pandemi, epidemi, dan outbreak, seluruhnya dikarenakan endemik. Ini berasal, juga dari kata latin, yakni en: di dalam dan demos: rakyat, atau berarti penyakit/infeksi pada laju konstan namun tinggi pada sebuah populasi.


Infeksi tersebut dikategorikan endemik dengan dua alasan. Pertama, jika berlangsung dalam sebuah populasi tanpa pengaruh dari luar. Kedua, bila setiap orang yang terinfeksi menularkannya rerata kepada satu orang. Maka, dalam kasus Corona Wuhan, kedua kondisi terjadi ketika masyarakat yang mengonsumsi/berinteraksi dengan hewan liar di provinsi tersebut akhirnya terjangkit dan meluas.
Jika merujuk abad lampau, serangan infeksi ini (kita biasa mengenalnya dengan wabah), jelas bukan hal baru. Di Eropa zaman pertengahan, dikenal The Black Death alias serangan wabah pes, sebuah pandemi influensa besar yang terjadi di akhir Perang Dunia I. Era awal zaman modern, ketika manusia pun bertindak tanpa kontrol diri, kita pun mengenal AIDS sebagai pandemi yang tak lekang hingga sekarang.


Untuk itulah, seiring tren lampau apalagi mutakhir, diperlukan ilmu yang spesifik mempelajari kesehatan masyarakat. Atau kita mengenalnya sebagai epidemiologi --sekalipun secara makna adalah ilmu yang mempelajari suatu penduduk. Sebagai bagian dari ilmu kesehatan Masyarakat,  epidemiologi fokus mempelajari tak hanya penyakit menular di masyarakat. Namun juga penyakit tidak menular, penyakit degeneratif, kanker, dan sebagainya.
Buku ini selain mengulas epidemiologi, juga membahas tentang Kesehatan Lingkungan (Bab 2), Prinsip Epidemiologi Kesehatan Lingkungan (Bab 4), Pengukuran  Epidemiologi Kesehatan Lingkungan (Bab 7), hingga Studi Kasus Terkait (Bab 8 dan 9). Dalam situasi pancaroba seperti sekarang, buku ini menemukan titik penting dan relevansinya.(*)

Pengirim: Muhammad Sufyan Abd
Dosen Digital PR Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University
[email protected]

Editor : Redaksi
Penulis : Muhammad Sufyan