Cekcok dengan Istri, Tewas Gantung Diri

Minggu, 20 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 1437 , halim, rdb

PROBOLINGGO – Diduga depresi, Bariyanto, 53, mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Mayatnya ditemukan menggantung di kayu blandar kamar tidur rumahnya, Kamis (12/9) di Dusun Krajan Desa Pandanlaras Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo.
Mayat korban kali pertama ditemukan oleh anaknya, Ariska Safitri, 18. Saat itu, Ariska berniat memanggil korban. Dia pun masuk ke kamar tidur korban. Saat itulah, dia melihat korban gantung diri.
Ariska lantas menyampaikan apa yang dilihatnya pada neneknya, Sumiyati, 65. Keluarga lantas melaporkan peristiwa itu ke aparat desa setempat yang diteruskan ke Polsek Krucil.
Petugas Polsek Krucil langsung ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan dari pihak desa. Saat itu juga petugas melakukan olah TKP.
Kanit Reskrim Polsek Krucil Ipda Mahfud menjelaskan, korban bunuh diri diduga karena depresi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, menurutnya, sudah sekitar 20 hari korban depresi. Depresi itu dipicu karena masalah keluarga. Korban dan istrinya, Azizah, terlibat pertengkaran. Namun, belum jelas apa pemicu pertengkaran di antara mereka.
Yang jelas setelah pertengkaran itu, Azizah pulang ke rumah orang tuanya. Sementara korban, jadi bersikap berbeda. Dia jadi terlihat depresi. Dan puncaknya, Kamis (12/9), korban ditemukan tewas bunuh diri dengan cara menggantung di kayu blandar kamar tidurnya. “Saksinya yaitu keluarga korban. Ada Ariska Safitri, anak kandung korban yang sudah menikah. Dan ibu kandung korban yakni Sumiyati,” ujarnya.
Sesuai keterangan keduanya, menurut Mahfud, Rabu (11/9) sekitar pukul 20.00, mereka melihat korban beranjak tidur. Saat itu, keduanya juga bersiap tidur. Lalu Kamis (13/9) pukul 04.15,  kedua saksi masih melihat korban salat Subuh. Namun, sekitar pukul 06.00, kedua saksi menemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri.
Saksi menemukan korban dalam keadaan gantung diri menggunakan tampar plastik warna kuning dengan panjang kurang lebih 6 meter. Tampar itu diikatkan pada kayu blandar.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bekas jeratan yang memerah pada leher korban. Selain itu, juga ditemukan sperma pada alat kelamin korban, tanda korban bunuh diri. “Keluarga korban tidak berkenan pemeriksaan lebih lanjut atau otopsi. Keluarga menganggap kejadian ini murni musibah dan takdir,” ujarnya.(rdb/lim) 



Loading...