Cindy Olivia Belajar Gelato di Italia

Rabu, 27 Mei 2020

  Mengikuti :


Cindy Olivia Belajar Gelato di Italia

Selasa, 17 Mar 2020, Dibaca : 1482 Kali

Cindy Olivia tertarik dengan dunia kuliner. Khususnya patisserie dan gelato.Untuk mengembangkan hobinya itu, Cindy belajar hingga ke Le Cordon Bleu, Sydney pada tahun 2017-2019.


Lalu masih di tahun 2019, perempuan 22 tahun itu memutuskan mengambil studi di Carpigiani Gelato University, Italia. Cindy belajar selama dua bulan dengan mengambil jalur intensif. Setiap harinya ia masuk pagi dari pukul 07.00  hingga 18.30.
“Saya tertarik belajar hingga ke Italia karena gelato berasal dari Italia  dan menjadi pusatnya, gelato di sini juga sangat populer. Bahkan mesin-mesin gelato juga hampir semua produknya dari negara ini,” terang Cindy.


Saat menempuh studi di Carpigiani Gelato University banyak keseruan yang dialami. Termasuk bertemu dengan orang baru dari berbagai negara di dunia seperti Afrika, Mesir, Israel, Georgia dan lainnya. Lebih dari itu, Cindy bahkan bisa belajar gelato dari para master sekaligus melihat secara langsung proses produksi mesinnya. Bisa dikatakan belajar sampai ke akar-akarnya.
Sepulangnya belajar dari luar negeri, Cindy juga ikut menangani bisnis De Lys Patisserie yang dirintisnya bersama sang mama. Beberapa kesibukan lainnya antara lain menjadi owner Fika Kedai Kafi Malang, serta menyusun dan mengajarkan recipe yang berhubungan dengan pastry dan gelato sesuai request customer.


Meski menangani banyak bisnis namun Cindy saat ini paling tertarik dengan eksperimen dekorasi cake. Seperti membuat bunga dengan media wafer paper dan gumpaste. Eksperimen ini rupanya juga menjadi persiapannya untuk merintis project baru.
Perempuan cantik ini semangat berbisnis sebab ada kepuasan tersendiri apabila bisa mandiri. Tak  tergantung ke orang lain dan tidak merepotkan orang tua.
 “Saat masih sekolah Le Cordon Bleu, Sydney ini saya sudah kerja, malah double job waktu di sana. Di sinilah saya mengumpulkan uang, setelah selesai dari sana uangnya bisa jadi modal membangun bisnis,” terangnya.


Menghandle tiga bisnis sekaligus, Cindy harus pintar merangkul karyawannya. Untuk membuat mereka sepemikiran dengannya, ia lebih memilih memberikan pengarahan dan pendampingan. Selain itu juga mewajibkan briefing setiap hari dan evaluasi minimal satu kali dalam seminggu.
“Setiap hari saya juga tanya ke mereka ada keluhan apa, masalah apa, serta saran dan masukan. Nah dari masukan itu di bring up ke briefing atau evaluasi atau juga didiskusikan di grup WA,” papar Cindy.


Menurutnya kegiatan bersama karyawan itulah harus sering diingatkan dan dipupuk setiap harinya supaya bisa menjadi kebiasaan bagi mereka. Dengan segudang aktivitas itulah Cindy juga memiliki beberapa cara mengatur waktu seperti by time, experience & sharing. Selain itu juga sering sharing dengan keluarga, teman dan pebisnis yang sudah berpengalaman dan sukses. “Yang penting harus balance antara work and life,” tutupnya. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani