MALANG POST - CORONA, Aku ingin Kembali ke Sekolah

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


CORONA, Aku ingin Kembali ke Sekolah

Selasa, 14 Apr 2020, Dibaca : 1863 Kali

Penyebaran Corona kian masif di Indonesia, sejak Presiden Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan bahwa Covid-19 ini telah mewabah ke Bumi Pertiwi pada Senin, 2 Maret 2020 lalu. Baru selang beberapa hari setelah Corona Virus Disease (Covid-19) masuk ke Nusantara, sudah ribuan yang menjadi korban jangkitan virus ini. Juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif Corona pada Sabtu, 11 April 2020 bertambah menjadi 3,842 orang, kemungkinan akan terus bertambah.

 

Wabah Covid-19 ini menjadi fokus perhatian setiap orang, sekaligus ia menjadi hama bagi seluruh aktivitas masyarakat. Mengapa tidak, karenanya pergerakan ekonomi tersendat, aktivitas masyarakat terganggu, banyak pekerja yang di-PHK, peribadatan harus dilakukan di rumah hingga proses belajar mengajar juga dilakukan dari rumah. Sekarang memang masa-masa sulit, namun wabah virus ini segera berakhir dengan kerjasama seluruh elemen bangsa. Sehingga seluruh aktivitas masyarakat berjalan sebagaimana mestinya. Ekonomi berputar, rumah ibadah kembali penuh dan anak-anak kembali ke sekolah.
Masa ini betul-betul menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh guru di Indonesia, setelah Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 4 tahun 2020 tentang sistem pembelajaran di tengah Virus Corona. Tenaga pendidik dan kependidikan di tanah air harus mengubah haluan pembelajaran dengan metode jarak jauh. Bukan hal mudah untuk melakukannya, mengingat tingkat kekomplekan materi pelajaran yang akan disampaikan berbeda-beda satu sama lain. Ditambah lagi sistem jaringan yang belum merata di seluruh pelosok negeri.


Seluruh satuan pendidikan merasakan kegundahan yang sama, tidak terkecuali dengan SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Pendidikan karakter yang biasanya dipantau langsung oleh setiap guru di sekolah ini, kini diserahkan langsung kepada orang tua di rumah, guru hanya mampu mengingatkan lewat whatsapp group (WAG) bila ada kelakuan mereka yang menyimpang. Sedikit berkurang pekerjaan sekolah bagi guru namun tanggungjawab untuk membina karakter siswa tidak bisa dihalangi oleh kondisi sulit seperti saat ini.


Banyak yang berbeda di sekolah, biasanya setiap pagi bapak dan ibu guru sudah berbaris rapi di depan kelas, dengan pakaian yang harum dan bersih, senyum kebahagiaan terpancar di wajah untuk menyambut ananda di sekolah. Periksa kuku dan rambut sampai atribut seragam sekolah yang tak lengkap. Suara tegas komandan upacara begitu jelas terdengar merapikan barisan seluruh siswa sebelum kegiatan upacara dimulai. Kalimat-kalimat Asmaul Husna yang dilantunkan oleh seluruh siswa dengan merdu dan kompak di akhir kegiatan upacara. Tapi itu semua tidak terdengar lagi saat ini, bahkan sepi senyap yang didapati saat kembali ke sekolah.

Mau Dibawa Kemana Pendidikan Ini?
Bila mengacu kepada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana peserta didik dipersiapkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang sehat, mandiri dan kuat baik dari segi akademik maupun keterampilan agar siap menghadapi perkembangan zaman dan mampu bersaing di era globalisasi yang perkembangannya sangatlah cepat.


Proses belajar mengajar yang dilakukan dari rumah masing-masing, tentu mengancam sektor pendidikan dalam upaya mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Karena proses pembelajaran yang diterapkan sekarang dianggap kurang efektif sehingga berpotensi mengganggu tahap pematangan berfikir siswa dalam meraih tujuan belajarnya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah akibat penutupan sekolah karena Covid-19 ini, berdampak pada hilangnya semangat dan motivasi belajar siswa untuk mengembangkan potensi yang tertanam dalam dirinya.
Kerjasama antara sekolah dengan orang tua bisa diukur dengan kondisi saat ini. Bila guru hanya mampu memantau perkembangan siswanya dari jarak jauh, maka orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendampingan prima dan motivasi pembakar semangat kepada para siswa, baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Dengan begitu, cita-cita bersama untuk menjadikan peserta didik unggul dan siap menghadapi perkembangan zaman yang begitu pesat akan terwujud.


Pendidikan karakter adalah gugus terdepan pendidikan di Indonesia, ia mengatur seluruh pola pergaulan dan kehidupan para siswa. Pendidikan dengan karakter adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan baik dalam situasi dan kondisi apapun, termasuk Corona. Justru Corona ini menyadarkan masyarakat Indonesia terhadap pentingnya pendidikan karakter. Memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, mampu belajar mandiri dari rumah, membiasakan salat lima waktu walau tidak dipantau oleh guru, bersabar dengan kondisi saat ini dan selalu mengintrospeksi diri dan lain-lain.


Pendidikan karakter tidak hanya berlaku di sekolah saja, tapi kapanpun dan dimana pun siswa itu berada. Hal ini sesui dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapus kejelekan tersebut. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad).
Siswa SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School sendiri diharapkan mampu menerapkan pendidikan karakter itu selama proses pembelajaran daring/jarak jauh. Walaupun tanpa pengurangan poin saat melanggar namun semata-mata adalah ibadah kepada Allah SWT dan bentuk bakti kepada kedua orang tua. Tunjukkanlah sikap terbaikmu kepada keduanya, sikap mulia yang sudah menjadi kebiasaanmu saat di sekolah.


Citra sekolah Sabililah ada di tanganmu saat ini, baik dan buruknya pendidikan di Sabilillah bisa tercermin dari sikap dan kebiasaanmu saat berada di pangkuan orang tua. Kami para gurumu sekarang tidak bisa memberikan pengawasan prima terhadap seluruh aktivitas kalian, namun kami berikan kepercayaan penuh kepadamu bahwa Engkau bisa menjadi pelayanan terbaik buat kedua orang tua. Bila ada keluhan orang tua yang kami dengar tentang sikapmu selama di rumah, maka di sanalah kami menilai bahwa pendidikan karaktermu baru sekadar rutinitas belaka, tidak membekas sama sekali. Namun bila keluhan positif yang kami terima dari orang tuamu, maka Engkau adalah pejuang Sabilillah yang sudah berjasa mengharumkan nama Sekolah Sabilillah dimanapun engkau berada.
Akhirnya, saya ingin menyampaikan pesan kepada seluruh siswa Indonesia khususnya Siswa SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Bahwa situasi sulit ini akan berakhir, kalian akan kembali ke sekolah, belajar dengan bapak dan ibu guru seperti biasanya. Tapi dengan catatan, mari sama-sama memutus penyebaran Virus Corona ini. Ingat lah! bahwa sekarang bukan libur apalagi liburan, kalian hanya belajar di rumah. Patuhi instruksi pemerintah untuk stay at home, dengan begitu rindumu ke sekolah akan terbayarkan.(*)

Oleh : Apri Wardana Ritonga, S. Pd

Guru SMA Islam Sabilillah Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Opini