MalangPost - Covid-19 Percepat Digitalisasi Pendidikan

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Covid-19 Percepat Digitalisasi Pendidikan

Sabtu, 06 Jun 2020, Dibaca : 3561 Kali

MALANG - Masa pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini telah merubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Sampai saat ini pun belum juga ditemukan vaksin terhadap virus tersebut. Sehingga beberapa negara bisa dibilang frustasi menghadapi pandemi ini.
Termasuk juga Indonesia yang sebagian besar wilayahnya terdampak. Beberapa sistem penaggulangan sudah diterapkan, mulai pembatasan wilayah, PSBB, sampai yang diberlakukan sekarang untuk beberapa kota yakni masa transisi menuju New Normal hingga nanti ke masa New Normal.

   Baca Juga : Orang Tua Aktif Kunci Sukses Belajar Daring


Terlepas dari dampak yang dihasilkan, pandemi Covid-19 membawa ‘hikmah’ yang membentuk perspektif positif bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ramliyanto, SP., MP., saat mengisi materi Webinar Malang Post.
“Sekarang bukan saatnya kita diskusi kapan corona selesai. Tapi kita bangun persepktif positif dari masalah pandemic ini,” katanya.


Ia memaparkan, pandemi Covid-19  telah menyadarkan masyarakat tentang esensi pendidikan. Semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru. “Pandemi membuat kita fokus belajar. Karena esensi pendidikan adalah belajar, bukan sekolah. Sehingga dimanapun kita bisa belajar tidak harus di sekolah,” ujarnya.


Perspektif positif kedua, lanjut Ramli, pandemi Covid-19 mampu mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih cepat masuk era revolusi industri 4.0, dengan digitalisasi pendidikan. “Kita harus bersyukur pandemi ini mendorong kita lebih cepat menuju sistem digital dari yang kita prediksi tahun 2035,” imbuhnya.
Ketiga, dari fakta dan riset oleh para ahli pandemi Covid-19  menurutnya, telah menegakkan institusi keluarga. Yang sejauh ini banyak runtuh karena tidak berfungsi secara optimal. Masyarakat telah disadarkan untuk kumpul secara utuh di rumah dengan merevitalisasi peran keluarga.


Keempat, telah mendukung kebijakan pemerintah untuk memerdekakan siswa dalam belajar termasuk untuk guru. Para pendidik tidak lagi dikekang banyak aturan dalam mengajar. Termasuk cara siswa belajar diberikan kebebasan memilih metode yang terbaik. “Guru lebih santai tanpa harus memakai dasi, siswa juga demikian, tidak repot memakai seragam. Inilah persepktif dari kebijakan merdeka belajar. Maka kita harus memiliki perspektif positif terhadap adanya Covid-19 ini,” terangnya. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi