MalangPost - Dahlan Iskan: Jurnalistik Koran Itu Kasta Tertinggi

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

Dahlan Iskan: Jurnalistik Koran Itu Kasta Tertinggi

Rabu, 11 Mar 2020, Dibaca : 1425 Kali

MALANG - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan secara khusus berkunjung ke Graha Malang Post, Selasa (10/3). Dia datang untuk memberi semangat kepada awak redaksi Malang Post, Korane Arek Malang. Sekaligus Dahlan juga mengapresiasi kecintaan dan kesungguhan hati para pengelola koran. Ia menegaskan, jurnalistik koran adalah kasta tertinggi dalam dunia jurnalisme.


Dalam kunjungan itu Dahlan Iskan didampingi Zainal Muttaqin. Disambut oleh CEO Ameg.id Imawan Mashuri, Dirut Malang Post Juniarno Djoko Purwanto, Direktur Dewi Yuhana, Pemred Abdul Halim dan jajaran redaksi. Dahlan menyampaikan optimisme mengenai keberlangsungan koran dari kacamata Amerika Serikat.
 “Saya pernah sampaikan jurnalistik koran itu kasta tertinggi. Itu saya sampaikan, sebelum saya melihat perkembangan koran Amerika. Bagus-bagus semua,” ujarnya.


Dahlan menyebut sebagai kasta tertinggi, karena pertanggung jawaban pada konten dan pembaca. Saat ini, tinggal disadari atau tidak fakta ini oleh wartawan koran. Bahwa mereka kini menjadi personel jurnalistik dalam kasta tertinggi tadi.
Lalu, kenapa koran Amerika bagus? Kata Dahlan, kuncinya pada konten. Koran di sana mengurangi porsi straightnews dan mengembangkan news analysis. Maka untuk konten jenis ini, butuh wartawan yang kemampuan analisanya kuat. Wartawannya akan supply informasi ke redaktur yang juga kuat informasinya.


Kemudian informasi itu diolah lagi oleh redaktur. Berkaca dari itu, koran seperti Malang Post harus menyiapkan wartawan spesialis, yang bisa menulis bagus. Wartawan yang bisa absorb informasi, wartawan yang bisa membumbui tulisannya dengan kemampuan analis.
“5W1H tidak mutlak, bahkan tidak pakai piramida terbalik lagi, ya piramida kacau, 5W1H bisa di dalam. Yang penting menarik,” tegasnya.


Pada kesempatan itu, Dahlan juga berdiskusi dengan pemegang kebijakan di redaksi. Dahlan juga senang dengan semangat generasi lama dan milenial yang masih mencintai koran. Ia menekankan, orang yang bekerja di media harus fokus di koran. Tidak boleh punya pikiran soal media online. "Lakukan, anda lebih ahli dari saya sekarang soal koran. Saya senang mendengar cerita dan semangatnya. Baru kali ini saya mendengar cerita langsung soal koran setelah tiga tahun, " pungkasnya.(ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Redaksi