Damping Raras Belajar Sampai Ngaji Bersama Keluarga Inti

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Damping Raras Belajar Sampai Ngaji Bersama Keluarga Inti

Jumat, 24 Apr 2020, Dibaca : 3168 Kali

Pandemi Covid-19 membuat segala aspek berubah dan menyesuaikan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Terutama saat memasuki bulan Ramadan 1441 H. mulai dari kerja, ibadah, salat tarawih di rumah. Padahal, saat Ramadan banyak keistimewaan yang di dapatkan dari ibadah. Tapi hal itu tidak mengurangi semangat Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko untuk melaksanakan ibadah puasa sambil melayani masyarakat Kota Batu di tengah wabah yang membatasi semuanya.

 

Hari pertama puasa di bulan Ramadan 1441 Hijriah dijalani Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dengan bersemangat menjalani sahur bersama putra-putrinya.Khususnya kepada Laras yang saat ini tengah duduk dibangku kelas 2 SD. Dia sudah mulai belajar berpuasa Ramadan.


Pembelajaran puasa Ramadan harus dilakukan sejak dini, agar terbangun pendidikan untuk menjalani puasa wajib yang datang di bulan Ramadan.
 "Untuk bulan Ramadan ini ada satu lagi tugas. Yakni membangunkan sahur Raras. Tadi, hari pertama sahur, saya sampai setengah jam bangunkan. Itu berarti yang agak kesulitan," bebernya Dewanti sambil tersenyum.


Meski sedikit sulit untuk dibangunkan, tapi Raras bisa bangun untuk sahur bersamanya. Karena bangun dan makan sahur juga harus diajari sejak dini. Karena ada nilai agama dalam menjalani sahur.


Selain sahur bersama Raras, orang nomer satu di Pemkot Batu itu pun harus mendampinginya dalam belajar. Sesuai aturan Kemendikbud, belajar mengajar bagi siswa melalui daring atau melalui televisi. Di hari pertama Ramadan atau sebelum-sebumnya saat Covid-19 Bude, sapaan akrab Dewanti mengajari dan mendampingi Raras belajar.
"Di hari pertama kegiatan saya di bulan Ramadan di tegah pandemi Covid-19 diantaranya. Satu seperti biasa ada jadwal kerja ke kantor. Tapi sekarang ditambah lagi dengan mendampingi Raras belajar," ujar Dewanti kepada Malang Post.


Mulai dari mengajar dan mendampingi dalam membuat serta mengerjakan tugas  dimulai sejak pukul 8.30 WIB melalui TV dengan menjawab pertanyaan. Setiap mengerjakan tugas harus juga harus difoto.
Untuk pekerjaan di kantor, istri Eddy Rumpoko ini juga harus memantau tugas kantor dari rumah. Seperti yang biasa dilakukan selama pandemi Covid-19, Dewanti sering melakukan rapat dengan kepala OPD, Forkopimda, dan Satgas Covid-19 melalui teleconference.
"Kalau perlu bertemu Pak Wawa atau Pak Sekda baru ke kantor. Misal besok ketika mau ada paripurna LKPJ kita lakukan teleconfrennce. Itu perbedaannya," beber Wali Kota perempuan pertama di Kota Batu ini.


Di bulan puasa sebelumnya ia berkeliling di 24 desa/kelurahan untuk kegiatan Safari Ramadan. Namun akibat pandemi Covid-19, Safari Ramadan ditiadakan. Meski begitu tak menghalangi niat Bude, sapaan akrabnya untuk bertemu dan menyapa warganya. Rencananya ia secara insidentil akan keliling ke menemui warga secara acak.
"Rencananya secara isidentil saya akan menemui warga. Tidak ada agenda kapan dan dimana. Langsung aja keliling sesuai dengan feeling. Mungkin juga menemui warga ke lokasi yang didapat dari bacaan," terangnya.


Dalam kegiatan tersebut nantinya Bude bakan membawa sembako atau yang lainnya. Namun dalam pelaksanaannya tidak dilakukan dengan formal bersama Forkopimda atau kepala OPD.
"Nanti hanya bawa Raras. Tidak formal dengan orang-orang kantor. Kita memang hindari rombongan melihat situasi dan kondisi saat ini," imbuhnya.


Disamping itu, Bude juga memiliki langganan teman-teman PKL setiap buka puasa yang dimintanya untuk membuat makanan dan takjil berbuka puasa. Hasilnya akan dibagi ke masyarakat.
Dalam menjalani hari-hari seperti berbuka puasa, dengan adanya pandemi diakuinya lebih banyak berbuka dan sahur  bersama keluarga. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dikenangnya sangat jarang berbuka puasa bersama keluarga.
"Sekarang alhamdulilah bisa bersama keluarga. Termasuk salat yang ke sebelumnya harus berlari ke masjid depan rumah dinas, sekarang bisa dirumah semua," ungkapnya.


Begitu juga dengan mudik, sesuai dengan anjuran pemerintah Dewanti ia akan tetap dirumah. Karena untuk mencegah pandemi pemerintah menganjurkan tidak boleh kumpul.
Dengan begitu, tak hanya pulang kampung. Pihaknya juga memastikan tidak ada open house. "Saya juga belum tahu apakah salat ied boleh atau tidak. Lihat sikon dulu. Namun pada akhirnya dengan pandemi ini kita merayakan kemenangan dengan keluarga inti atau terkecil," imbuhnya.  


Secara pribadi, ia memaknai Ramadan tahun ini sebagai sarana untuk melihat ke dalam diri sendiri atau instropeksi diri. Serta bagaimana melihat ke belakang bagaimana melihat kondisi saat ini.
"Yang jelas (dengan kondisi sekarang.red) kita dirusuh kembali ke keluarga agar supaya bisa berkegiatan secara bersama-sama dengan kualitas yang bagus. Tanpa memikirkan harus janjian atau melakukan kegiatan apa ketika bersama keluarga. Dengan sikon ini ternyata lebih mendekatkan satu yang lain dalam keluarga," urainya.


Bude bersama keluarganya bisa ngaji, membaca Alquran, dan sejarah lebih banyak. Karena menurutnya dalam sikon seperti ini ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk diri sendiri.


Sebagai orang yang diberi amanat untuk mempimpin Kota Batu, ia sangat merasa sedih. Pasalnya ia tidak bisa dengan mudah melihat dan bertemu dengan masyarakat secara langsung.
"Padahal momen ini yang sangat saya harapkan. Setahun sekali bisa buka bersama dan salat bersama warga Kota Batu. Ini sisi lain yang tak bisa dijalankankan. Mudah-nudahan masyarakat bisa paham," harapnya. (eri/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Kerisdiyanto