Dana Terbatas, UKPM Unmer Malang Kelola Tiga Produk

Jumat, 29 Mei 2020

  Mengikuti :


Dana Terbatas, UKPM Unmer Malang Kelola Tiga Produk

Sabtu, 08 Feb 2020, Dibaca : 726 Kali

MALANG - Hampir serupa dengan HMJF, jurnalis kampus lainnya seperti Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas Universitas Merdeka (Unmer) Malang juga turut mengalami jatuh bangun untuk bertahan dalam eksistensinya sebagai jurnalis di lingkungan kampus.
Berdiri di Tahun 1985, UKPM Civitas berkali-kali mengalami tantangan serius seperti masalah krisis anggota, anggaran hingga perubahan produk jurnalistik yang relevan. Hal ini diceritakan pengurus UKPM Civitas, Sofia Irma Rahmawati.
“Ya anggaran untuk kami berkurang terus setiap tahun. Dari Rp 11 juta sekarang terakhir ini Rp 6 juta saja. Padahal media kita sebenarnya ada tiga. Majalah, Tabloid dan Buletin,” papar perempuan yang akrab disapa Sofi ini.
Ia menjelaskan lagi, karena keterbatasan anggaran produk jurnalistik mereka yakni majalah dan tabloid selama kurang lebih lima tahun belakangan tidak bisa terbit. Padahal kedua produk jurnalistik ini harusnya terbit satu kali setahun.
Yang masih bisa diselamatkan adalah buletin bulanan yang dinamakan “Warta Basement”. Produk jurnalistik ini masih bertahan, karena setiap bulan dicetak kurang lebih 200 eksemplar. Diedarkan di lingkungan kampus.
Tema yang diangkat segalanya berhubungan dengan kampus. Bahkan sempat mengangkat soal kejanggalan struktur organisasi di kalangan birokrasi kampus.
“Ya sempat itu kami sedikit dibully di beberapa grup mahasiswa. Katanya kenapa yang seperti itu diumbar. Ya kami sih cuek. Untungnya tidak ada tekanan apapun dari birokrasi jadi tetap kita jalan saja,” jelasnya.
Sofi menjelaskan, lagi saat ini UKPM Civitas pun beradaptasi. Jika anggaran tidak bisa dinaikkan lagi, maka mereka memakai media sosial untuk tetap menyebarkan informasi hasil kegiatan jurnalistik mereka setiap bulan. Melalui website mediacivitas.com di sana segala bentuk tulisan hasil liputan dapat dipublish dan disebarluaskan.
“Ya kami tidak mau gitu saja menyerah. Kami buat PDF, kami sebar berita kami di seluruh media sosial yang ada. Banyak juga yang baca dan bereaksi. Jadi tentu dengan adaptasi kita akan tetap eksis,” pungkasnya.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina